Home Morowali Utara

Banjir Landa Dua Desa di Morut

334
TEROBOS BANJIR - Sebuah bus berusaha menerobos genangan banjir yang merendam jalan Trans Sulawesi di Morut, Kamis 20 Juni 2019. (Foto: FB/ Ilham)

  • Trans Sulawesi Lumpuh, Antrian Kendaraan Mengular
  • Peringatan Dini BMKG untuk Lima Daerah di Sulteng

Morut, Metrosulawesi.id – Akibat hujan yang terus menerus, sebagian wilayah di Morowali Utara (Morut) dilanda banjir. Banjir mulai menerjang sekira pukul 11.00 Wita, Kamis 20 Juni 2019.

Wartawan Metrosulawesi, Alekson Waeo yang dihubungi dari Palu mengatakan, banjir tersebut terjadi di dua titik, yakni di desa Korompeli dan Wawopada Kecamatan Lembo, Morut. Akibat banjir tersebut, akses jalan trans Sulawesi terendam.

“Sampai saat saya melaporkan ini (sore hari,red), antrian kendaraan yang akan ke Poso dan Palu mengular hingga 2 kilometer,” kata Alekson.

Tidak hanya dua desa tersebut, banjir juga menerjang desa lain, seperti desa Ronta dan Desa Pontangoa Kecamatan Lembo. Banjir tersebut sebagai akibat dari luapan Sungai Tambaloko.

Tinggi genangan air kata Elekson, mencapai setinggi leher manusia. Akibat banjir tersebut, sejumlah warga mulai mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Pantauan Metrosulawesi, meski jalan trans Sulawesi terendam banjir, ada saja kendaraan yang nekat menerobos. Ada beberapa kendaraan baik roda dua maupun roda empat yang berhasil, tetapi ada juga yang terpaksa mogok di tengah genangan banjir.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan informasi peringatan dini cuaca ekstrem yang akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada berlaku Jumat 21 sampai 22 Juni 2019.

Dikutip  dari laman resmi bmkg.go.id terdapat sirkulasi siklonik di Samudera Hindia Barat Sumatera (level 925/700) dan 1 bibit siklon di Samudera pasifik Utara Papua.

Konvergensi di Samudra Hindia Barat Sumatera dan Samudra Pasifik UtaraPapua.

Belokan angin terdapat di Kepulauan Riau, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Gorontalo, Maluku Utara dan Papua.

Kondisi tersebut mengakibatkan adanya cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang dan kilat/petir di lima wilayah kabupaten di Sulawesi Tengah. Yakni: Banggai, Banggai Laut, Morowali, Morowali Utara, Parigi Moutong dan Donggala.

Reporter: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas