Home Donggala

Camat Sojol Utara Palsukan Dokumen LPJ

1179
Mustakim. (Foto: Ist)

Donggala, Metrosulawesi.id – Camat  Sojol Utara Mustakim dituding menilep dana kecamatan yang angkanya mencapai ratusan juta.   

“Kami sudah melaporkan perbuatan camat kami ke Sekab, Asisten I, dan kepala BKPSDM, semua laporan disertai alat bukti juga sudah kami serahkan,” kata salah satu staf honorer Kecamatan Sojol Utara inisal R, Selasa (18/6/19).

Katanya lagi modus operandi yang dilakukan Mustakim adalah memalsukan dokumen LPJ sehingga dana kecamatan sebesar 300 juta pertahun mulus mengalir tetapi bukan untuk kepentingan kecamatan melainkan diduga untuk kepentingan pribadi.

“Contoh dana kecamatan tahun 2018 total 300 juta, pengadaan perlengkapan kantor dibuat fiktif  anggaran kursi sebesar 20 juta sampai sekarang kursinya tidak ada. Dia (camat) hanya mengambil gambar kursi lain sebagai laporaannya, kemudian gaji honorer selama dua tahun (2018-2019) 30 juta belum juga dibayarkan. Perjalanan dinas kecamatan sebesar 100 juta tidak jelas alias diembat, dana pemeliharaan kantor hingga pengadaan bendera merah putih tidak ada sehingga kantor kecamatan tak memiliki tiang bendera beserta benderanya,” bebernya.

Terpisah, Sekretaris Kecamatan Sojol Utara Haerun yang dikonfirmasi terkait perilaku menyimpang camatnya mengatakan, peristiwa tersebut memang benar dan sekarang sudah sampai di meja atasan.

“Semua dokumen dia palsukan, langsung ke sekab, BKPSDM atau asisten I saja,” sebutnya.

Kepala BKPSDM Abdulah Lahinta yang dikonfirmasi memberikan keterangan singkat ke wartawan. Dia mengatakan, akan memproses Camat Sojol Utara sesuai undang-undang yang mengatur.

“Laporan sudah masuk ke kami, tentunya kami di BKPSDM akan melakukan pemeriksaan internal sesuai aturan ASN,” singkatnya.

Sementara itu, Camat Sojol Utara Mustakim yang dikonfirmasi via ponselnya Selasa (18/6) mengakui memalsukan dokumen LPJ, tapi katanya lagi tujuan memalsukan dokumn LPJ itu untuk memuluskan proses pencairan dikarenakan jarak Sojol Utara-Palu-Donggala cukup jauh sehingga mengambil insiatif memalsukan tandatangan pegawainya di kantor kecamatan.

“Tidak ada maksud lain hanya memudahkan proses administarsi saja, setelah proses keuangan selesai baru kami ubah lagi itu dokumen LPJ yang dipalsukan,” sebutnya.

Ia juga menambahkan tudingan dialamatkan kepadanya tidak semuanya benar. Ia mencontohkan persoalan gaji memang belum dibayarkan tahun anggaran 2019.

”Kemudian masalah bendera ada saya beli, tetapi belum dikibarkan karena tiangnya bengkok. Kalau anggaran 2018 saya lupa, saya cek dulu dokumennya, kalau memang ada kekeliruan saya siap bertanggung jawab dan menyelesaikannya,” tegasnya.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas