Home Palu

Januari-Juni, Delapan WNA Dideportasi

163
Suparman. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Dalam kurun Januari hingga pertengahan Juni 2019, Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu telah melakukan deportasi kepada delapan Warga Negara Asing (WNA). WNA tersebut terpaksa dideportasi karena penyalahgunaan izin.

“Besok, tanggal 19 Juni (hari ini,red) kami akan mendeportasi lagi satu orang WNA asal India,” ungkap Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Palu Suparman di Palu, Selasa, 18 Juni 2019.

Dia mengatakan pengungkapan penyalahgunaan izin tinggal WNA berkat peran semua pihak, khsusnya tim yang tergabung dalam pengawasan orang asing (Tim Pora). Tim Pora dalam beberapa kesempatan menerima informasi dari masyarakat atas keberadaan WNA.

Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas WNA terbukti melakukan penyalahgunaan izin tinggal. Penyalahgunaan yang dimaksud yakni WNA memiliki izin kunjungan wisata tapi digunakan untuk bekerja.

“Karena sudah terbukti menyalahgunakan izin tinggal, langsung kami depotasi ke negara asalnya,” ucap Suparman.

Delapan WNA yang dideportasi Imigrasi Palu didominasi asal China dan beberapa negara lainnya. Untuk WNA wilayah Sulteng memang diketahui dibanjiri asal China yang bekerja dibeberapa perusahaan di daerah ini.

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Sulteng mencatat saat ini ada 2.099 WNA memiliki izin tinggal terbatas. Ribuan WNA tersebut dalam status sebagai tenaga ahli di beberapa perusahaan yang beroperasi di wilayah Sulawesi Tengah.

Para WNA berasal dari berbagai negara diantaranya China, India dan Jerman. Izin tinggal terbatas yang dimiliki dalam kurun waktu enam bulan sebanyak 222 orang,  satu tahun sebanyak 1.874 orang dan dua tahun sebanyak 2 orang. Olehnya Kemenkumham Sulteng terus melakukan berbagai upaya dalam mengawasi keberadaan WNA di daerah ini. Salah satu yang dilakukan dengan memfasilitasi rapat Tim Pora Provinsi Sulawesi Tengah yang berlangsung di Aula Kemenkumham Sulteng Jalan Dewi Sartika Palu, pada Kamis, 25 April lalu. Tim Pora sendiri didalamnya terdiri dari unsur instansi daerah provinsi, dan kabupaten/kota serta lembaga pemerintah.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas