Home Morowali

Diskominfo Ungkap Buruknya Telkomsel di Morowali

769
Seorang petugas melakukan pengecekan rutin perangkat menara BTS Telkomsel (ilustrasi). (Foto: Antara/ Prasetyo Utomo)

  • Provider Lain Bakal Berinvestasi

Morowali, Metrosulawesi.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Morowali mengungkap permasalahan jaringan Telkomsel di Morowali. Banyak keluhan masyarakat berhubungan dengan sulitnya akses telepon dan data di wilayah Morowali dengan provider  tunggal PT Telkomsel.

Kepala Bidang Penyelenggaraan E-Goverment Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Morowali Husni Rais mengatakan, jumlah pengguna Telkomsel di Morowali berjumlah 30% dari pengguna Telkomsel se Sulawesi Tengah. Realitas ini seharusnya menjadi perhatian bagi provider PT. Telkomsel untuk memberikan pelayanan prima kepada masyarakat Morowali secara khusus.

Husni Rais mengatakan, kondisi ril saat ini, jumlah pemancar PT. Telkomsel di wilayah Morowali sebanyak 63 pemancar, dengan Bandwidth Gateway sebesar 2.000 Mbps, serta Utilasi Bandwidth sudah 99%.

“Sedangkan PT Telkomsel menggunakan Media Transmisi Radio Link. Berdasarkan kebutuhan pelayanan bagi masyarakat Kabupaten Morowali, maka sangat dibutuhkan penambahan Bandwidth, dimana untuk penyedia Trasmisi Bandwidth disiapkan oleh PT Telkom,” ungkap Husni Rais melalui laman resmi Pemkab Morowali dikutip Senin 17 Juni 2019.

Dikatakan, sejak 2016, Transmisi Bandwidth sebesar 600 Mbps, dan hingga tahun 2019 sebanyak 2.000 Mbps. Dengan memperhatikan pertambahan kebutuhan terhadap telepon dan data, maka telah diupayakan untuk penambahan kapasitas Bandwidth.

Di sisi lain, jika memperhatikan pertumbuhan dan pertambahan pengguna layanan, khususnya perkembangan teknologi 3G dan 4G, maka sangat dibutuhkan tindakan lanjut untuk memastikan terjadinya penambahan Trasmisi Bandwidth.

Dijelaskan, bahwa dengan memperhatikan perkembangan teknologi, dalam hal ini layanan 4G, maka dapat dipastikan kebutuhan terhadap Trasmisi Bandwidth sangat dibutuhkan. Kondisi saat ini masih menggunakan Trasmisi Radio, di mana Hop Trasmisi panjang sering mengalami Delay Time, sehingga sangat mengganggu pengguna telepon maupun data.

“Menilik Palapa Ring Tengah telah tersedia, hal ini menjadi salah satu solusi akan kebutuhan Trasmisi bandwidth untuk perbaikan kualitas jaringan dan juga penambahan jaringan,” harapnya.

Sesuai dengan yang disampaikan oleh Fanur, Perwakilan PT. Telkom, bahwa target integrasi Palapa Ring Tengah untuk Wilayah Bungku pada Q3, tahun 2019 (estimasi September 2019) akan segera tersambung. Kondisi ini diyakini akan memperbaiki kesulitan akses komunikasi yang terjadi di Morowali.

Husni Rais mengatakan, Diskominfo Morowali telah mengambil langkah-langkah konkret  sebagai respons dari keluhan masyarakat dan jawaban terhadap Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 12 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyiapan Infrastruktur Prioritas.

Sejak tahun 2016, kata dia Pemda telah intens berkomunikasi dengan satu-satunya provider yang beroperasi di Morowali, yaitu PT. Telkomsel. Komunikasi ini, kata dia ditindaklanjuti dengan permintaan pengaktifan beberapa BTS yang sebelumnya telah dibangun, namun belum diaktifkan (on), seperti BTS Kaleroang dan BTS Menui Kepulauan, serta penambahan Repiter di beberapa wilayah.

“Akan tetapi, sejak lima bulan terakhir jaringan yang dikelola oleh Telkomsel sering kali mengalami gangguan,” ungkapnya.

Selain beberapa kali pertemuan, pemda juga telah menyampaikan surat resmi kepada PT. Telkomsel maupun ke Kantor EVP Telkomsel Wilayah Papua, Sulawesi dan kalimantan di Makassar.

Selain ke PT. Telkomsel, pemda juga melakukan komunikasi dengan PT. Telkom selaku penyedia Bandwidth bagi Telkomsel. Hal ini bertujuan agar ada jalan keluar terkait buruknya jaringan telepon dan data. Namun hingga saat ini solusi utama bermuara pada program “Tol Langit” Pemerintahan Jokowi melalui pembangunan jaringan “Fiber Optik Palapa Ring Paket Tengah”.

Jaringan ini sementara dikerjakan oleh PT. Len Telekomukasi Indonesia (LTI) dan akan segera rampung. Jika hal ini terealisasi, maka lima provider yang siap untuk berinvestasi, diantaranya: Iconplus, BKU dan XL.

“Jika tidak ada kendala maka jaringan telepon dan data akan baik pada September, akan tetapi dengan terjadinya bencana banjir yang menimpa Kabupaten Morowali, khususnya wilayah Kecamatan  bahodopi, yang juga merusak jaringan Fiber Optik yang telah ada,” jelasnya.

Kerusakan ini mengakibatkan adanya gangguan pada pelayanan di wilayah Koname, Morowali, dan Morowali Utara. Berdasarkan Surat PT. LTI Nomor 204/LTI/DT/VI/2019 tentang Permohonan Surat Keterangan atau Pernyataan Peristiwa Bencana Alam di Kabupaten Morowali, tanggal 11 Juni 2019. Akan tetapi, PT. LTI akan mengupayakan agar perbaikan terhadap jaringan yang rusak segera dapat diperbaiki, sehingga estimasi normalisasi jaringan telepon dan data di Kabupaten Morowali pada September dapat terwujud. (*/zal)

Reporter: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas