Home Palu Masyarakat Diminta Patuhi Kebijakan Pemerintah

Masyarakat Diminta Patuhi Kebijakan Pemerintah

47
Mohamad Rizal. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu Mohamad Rizal mengungkapkan, bencana gempa bumi, likuifaksi dan tsunami yang terjadi di Kota Palu dan daerah sektiarnya, jika dilihat secara kasat mata siapapun sudah melihat bahwa ternyata ada zona yang berbahaya.

“Sehingga jika di tinggali ada yang berbahaya ini normatif, maka kewajiban pemerintah untuk membuat regulasi tentang itu, sebab suatu saat jika Pemerintah tidak membuat regulasi di daerah rawan bencana, tidak di minta-minta terjadi bencana serupa pasti pemerintah akan disalahkan, kenapa sudah mengetahui tempat tersebut rawan bencana kemudian pemerintah mengizinkan,” kata Rizal belum lama ini.

Olehnya itu kata Rizal, masyarakat harus mengerti dengan kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) dengan melarang agar tidak menempati daerah rawan bencana tersebut. Sebab tugasnya Pemda salah satunya adalah melindungi masyarakat.

“Pemerintah ini melindungi masyarakat dan itu sesuai dengan tugas Pemda, dengan mengunakan kajian-kajian yang dilakukan oleh para ahli, di tempat-tempat rawan itu sebenarnya masih ada bisa dilakukan kegiatan, tetapi jika di dalam pedoman bencana ada kawasan terbatas, kawasan bersyarat dan lain,” jelas Rizal.

Maka dari itu kata Rizal, detailnya akan dibuatkan peraturan seperti Perda atau Perwali dan lainya untuk menindaklanjuti terkait hal itu dengan memberikan informasi kepada masyarakat.

“Misalnya daerah patahan secara kasat mata kita lihat patahan itu sudah tertutup, bahkan ada orang sudah membangun diatasnya, tetapi dari kajian Teknis Akademisi dengan mengunakan alat Geolistrik, mereka melihat bahwa dibawah patahan itu sekitar 10-20 meter dari atas permukaan itu masih ada rekahan tanah, sehingga tanah itu masih terbelah dibawah itu 4-5 meter, sedalam hampir 200 meter,” ujarnya.

Begitupun kata Rizal, di kawasan pantai, secara kasat mata dilihat sekarang longsoran, tetapi longsor ini berbahaya karena tidak ketahui seberapa jauh nanti tanah itu bisa bergerak.

“Tidak ada yang mengetahui turunnya air ini sementara atau berlangsung terus,” katanya.

“Olehnya itu Pak Walikota Palu meminta jangan dulu membangun apapun di lokasi-lokasi yang terkena dampak bencana, masyarakat harus patuhilah imbauan pemerintah karena ini hasil kajian,” tegasnya.

Kata dia, Walikota Palu juga  saat ini tengah berperang untuk mendapatkan lahan-lahan yang bisa digunakan masyarakat.

“Istilah berperang ini adalah pak Walikota berupaya sekuat tenaga, paling tidak untuk tanah-tanah yang HGB ini. Alhamdulillah sudah berhasil pak Wali sudah bisa menjalin komunikasi dengan pemilik HGB sehingga Huntap diatas tanah HGB sudah bisa dibangun,” katanya.

Selain itu kata Rizal, pak Walikota Palu ingin membangun daerah pemukiman baru, daerah ini akan ditata oleh pemerintah istilahnya ada kota-kota baru, yang mana sudah teratur insfrastrukturnya, jalannya, drainasenya, listriknya dan lainya.

“Kami berharap masyarakat yang dulu terdampak bencana dan tidak bisa lagi daerahnya ditingali, maka diharap mau untuk berpindah. Karena intinya pertama keselamatan, kedua tugas pemerintah adalah melindungi,” ungkapnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here