Home Parigi Moutong

Lumpur Mendadak Deras dari Celah Gunung

969
Sebuah mobil terjebak banjir lumpur di jalan trans Sulawesi tepatnya di Dusun Pangas Desa Palasa Lambori Kecamatan Palasa Kabupaten Parigi Moutong. (Foto: Ist)

  • 2 Mobil Terseret, 1 Motor Jatuh ke Laut

Palu, Metrosulawesi.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Palu, Parigi Moutong, Sabtu, 15/6, menyebabkan sejumlah ruas jalan wilayah Pantai Timur Parigi Moutong dihantam banjir lumpur. Salah satu jalur trans sulawesi Pantai Timur yang dihantam banjir lumpur terjadi di Dusun Pangas Desa Palasa Lambori Kecamatan Palasa Kabupaten Parigi Moutong (Parimo).

Akibat peristiwa tersebut, dua mobil terseret lumpur dan nyaris terguling ke laut, karena lokasi jalan yang dihantam banjir lumpur tersebut bersebelahan dengan bibir pantai. Warga di sekitar lokasi langsung melakukan pertolongan dengan menarik mobil tersebut dengan tali.

Sementara satu unit sepeda motor yang ikut terseret banjir lumpur tidak dapat diselematkan, karena sudah terseret dan terbuang ke laut. Pengendaranya masih bisa menyelematkan diri dengan cara segera meninggalkan motornya yang sudah tertanam dengan lumpur.

Menurut Hasan yang berada di lokasi banjir lumpur muncul begitu cepat dari celah-celah gunung dan langsung menerjang kendaraan yang sementara jalan, hingga kendaraan yang terjebak tidak bisa bergerak  karena lumpur langsung menutupi badan jalan di depan maupun di belakang. Akibatnya kendaraan tidak bisa maju dan juga tidak bisa mundur. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 17.00 Wita.

Dalam kondisi rawan banjir tersebut, akhirnya semua penumpang mobil memilih meninggalkan mobil untuk menyelamatkan diri, begitu juga pengendara motor memilih meninggalkan motornya.

Informasi yang didapat Metrosulawesi, dari salah satu anggota tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Parimo, Rifai Pakaya, mengatakan, bahwa terkait hal itu Tim Tagana sudah turun ke lokasi longsor sejak pagi tadi yang dipimpin langsung oleh pembina teknis Tagana Dinas Sosial Parimo, Ariesto. 

“Longsor yang terjadi kemarin sore itu, menutup ratusan meter badan jalan, yang mengakibatkan Antrian panjangpun terjadi,” ungkap Rifay pakaya selaku tima tagana Parimo pada Metrosulawesi, Minggu 16 Juni 2019. Peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa. 

“Longsor itu bukan di pemukiman warga tapi di gunung di jalur Trans Sulawesi Dusun Pangas Kecamatan Palasa,”terangnya .

Dia menambahkan, bahwa dari peristiwa tersebut, menyebabkan ratusan kendaraan antrean dari arah selatan parimo, begitupun sebaliknya. Akses jalan bisa dilalui sekitar pukul 03.00 dini hari setelah instansi terkait menurunkan alat berat untuk membersihkan material longsor. (zul/mp)

Reporter: Zoel Fahry, Masruhim Parukkai
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas