Home Palu

Layanan Imigrasi Palu Normal Kembali

319
Suparman. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Palu Suparman mengungkapkan pascalebaran pelayanan keimigrasian telah normal kembali. Gangguan jaringan yang sempat menghambat pelayanan telah diatasi.

“Alhamdulillah pelayanan kembali normal, pemohon juga sudah banyak datang setiap harinya,” ungkap Suparman belum lama ini.

Dia mengatakan peralihan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) dari versi 1.0 menjadi 2.0 sempat mengganggu pelayanan. Namun dipastikan kini tidak ada lagi kendala setelah dilakukan perbaikan kualitas jaringan.

Petugas keimigrasian juga telah membuka pelayanan pasca libur lebaran Hari Raya Idul Fitri 1440 H/2019. Dalam sehari, Kantor Imigrasi Palu kata Suparman menerima 30 sampai 40 pemohon seperti pembuatan paspor.

“Kami sudah menyampaikan permohonan maaf atas kendala yang sempat menghambat pelayanan keimigrasian, khususnya paspor. Kendala itu bukan kehendak kami, tapi karena peralihan sistem informasi manajemen keimigrasian,” tandas Suparman.

Diberitakan sebelumnya terkait pengurusan paspor, saat ini dikatakan Suparman masih ada sekitar 30 orang lebih Calon Jamaah Haji (CJH) belum mengurus paspor. Olehnya Imigrasi Palu mengimbau CJH segera mengurus paspor agar tidak menjadi kendala.

“Kita kan mendapat tambahan kuota haji, nah yang 30 orang itu mungkin dapat jatah tersebut. Hanya saja seharusnya sudah mengurus paspor agar nanti tidak terburu-buru pengurusannya,” ucap Suparman di Palu, Rabu, 12 Juni 2019.

Penerapan aplikasi SIMKIM Versi 2.0 dalam rangka menghadapi kompleksitas permasalahan pelayanan publik dan pengawasan, khususnya permohonan paspor.

Dia mengatakan pelayanan yang terganggu yaitu permohonan paspor, pengurusan izin tinggal warga Negara asing (WNA) dan pelayanan calon jamaah haji . Ketiga layanan itu mengalami kendala namun untuk pengambilan paspor bagi pemohon yang telah melakukan proses sebelumnya (pada versi 1.0), tetap bisa dilayani.

“Imigrasi meminta maaf atas ketidaknyamanan ini, karena harus mengupdate dengan SIMKIM Versi 2.0,” pungkas Suparman.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas