Home Ekonomi

KH Ma’ruf Amin: Ekonomi Syariah di Indonesia Sudah Bagus

233
KH Ma'ruf Amin. (Foto: Pataruddin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Prof Dr KH Ma’ruf Amin mengaku sudah memiliki sejumlah konsep dalam memajukan lagi ekonomi syariah di Indonesia. Tapi konsepnya baru akan diterapkan bila sudah resmi sebagai Wakil Presiden.

“Konsep-konsep saya sudah ada. Tapi yah sudahlah nanti kalau saya sudah sebagai wakil presiden, kita akan terapkan untuk lebih memajukan ekonomi syariah,” kata KH Ma’ruf Amin usai melakukan peletakan batu pertama Islamic Centre MUI Sulteng di Desa Tinggede Selatan, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Sabtu, 15 Juni 2019.

Menurutnya, penerapan ekonomi syariah di Indonesia saat ini sudah bagus. Makanya harus terus melakukan kerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk pengawasannya.

“Makanya kita dorong terus MUI melakukan pengawasan agar lebih tepat dan cepat lagi penerapannya,” ujarnya.

Disinggung soal namanya disebut sebagai aktif di salah satu BUMN, Ma’ruf Amin mengatakan pihak yang menuduhnya keliru.

“Pertama saya itu bukan karyawan BUMN. Kedua keterlibatan saya sebagai orang MUI untuk mengawasi penerapan perbankan syariah seperti BNI Syariah. Dan BNI Syariah itu bukan BUMN melainkan adalah anak perusahaan BUMN,” kata Ma’ruf.

Dan, itu tidak termasuk yang diatur tidak harus mengundurkan diri. Sehingga tuduhan atas Ma’ruf Amin hanya karena ketidaktahuan pihak lain saja.

“Kalau itu diatur yah, saya mengundurkan diri. Seperti pada Badan Pengembangan Ideologi Pancasila, saya langsung mundur karena termasuk yang tidak diperbolehkan,” ujarnya.

KH Ma’ruf beserta istri dan rombongan berada di Kota Palu, Sulawesi Tengahbatas undangan menghadiri Haul ke-51 HS Idrus bin Salim Aldjufri di Kompleks Alkhairaat, Palu Barat.

Cawapres pasangan Joko Widodo itu juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Islamic Centre di Desa Tinggede Selatan, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi. Islamic Centre dibangun atas bantuan pemerintah Taiwan sebesar Rp7,4 miliar lebih. Bantuan itu merupakan dukungan pemerintah dan rakyat Taiwan atas bencana alam gempabumi, tsunami dan likuifaksi di Kota Palu, Sigi dan Donggala, 28 September 2018 silam.

Reporter: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas