Home Ekonomi Disperindag: Harga Tomat Stabil dari Bawang Putih

Disperindag: Harga Tomat Stabil dari Bawang Putih

47
Zainudin Abdul Kadir. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Belum lama ini Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data inflasi Maret 2019 sebesar 0,97 persen dengan menempatkan tomat buah sebagai penyumbang tertinggi andil inflasi dibanding bawang putih.

Menurut kelompok pengeluaran bahan makanan oleh BPS mencatat, andil inflasi tomat buah sebanyak 0,114 persen, sedangkan komoditi bawang putih berada di urutan tiga sebesar 0,60 persen setelah cabai rawit ditempatkan di urutan dua sebanyak 0,062.

Hal ini tentunya menuai pertanyaan, pasalnya seperti diketahui harga bawang putih hampir menembus Rp100 ribu per kilogram (kg) bahkan menjadi masalah diseluruh daerah di Indonesia karena pasokan minim di dua pekan awal Mei 2019 yang juga merupakan bulan ramadhan.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng, Nasser menyebutkan selama ramadhan, harga tomat buah cenderung lebih konsisten  kenaikannya dibanding bawang putih yang ketika datang pasokan, saat itu juga harga di tingkat pedagang normal yakni dibanderol Rp35 per kilogram.

“Dia harganya naik dan bertahan, bahkan konsisten sampai akhir bulan. Sedangkan bawang putih sempat turun, sehingga dalam rata-rata andilnya masuk ke peringkat tiga,” tuturnya.

Namun, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Sulteng, Zainuddin mengatakan selama Mei 2019 harga tomat stabil yakni Rp10.000 per kilogram.

“Tomat memang bukan jadi prioritas pantauan karena stabil, kita fokus ke bawang putih waktu itu. Jadi pertanyaan juga cara pengambilan andilnya seperti apa, kok bisa seperti itu, padahal harga bawang putih paling bergejolak,” katanya, saat ditemui di ruang kerja, belum lama ini.

Dia menambahkan, sempat dalam suatu kesempatan selama Mei 2019, harga tomat pernah menembus harga tertinggi yakni Rp18 per kg. Namun  tidak dalam waktu yang lama seperti fenomena komoditi bawang putih.

“Kita setiap hari tim mengawasi harga kebutuhan masyarakat, jadi harga kebutuhan dan gejolaknya semua terpantau, dan dapat di ambil tindakan yang cepat jika itu komoditi produksi daerah, seperti tomat ini,” ujarnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here