Home Palu Siswa SD Tak Dibebankan PR

Siswa SD Tak Dibebankan PR

224
H Ansyar Sutiadi. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Ansyar Sutiadi mengungkapkan Kurikulum 13 (K13) tidak menerapkan Pekerjaan Rumah (PR) bagi peserta didik tingkat Sekolah Dasar (SD). Olehnya itu  siswa tidak dibebankan membawa buku Lembar Kerja Siswa (LKS) ke rumah.

Hal itu kata Ansyar, menanggapi keluhan sejumlah orang tua siswa di tingkat SD yang mengeluhkan kebijakan sekolah yang tidak memberikan anaknya LKS ke rumah untuk dipelajari.

“Berbeda saat masih menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), anaknya masih diberikan buku untuk dibawa pulang, sehingga bisa mereka pelajari kembali di rumah,” ujar Ansyar belum lama ini.

Kata dia, kurikulum saat ini (K13) lebih pada sistem Pembelajaran Tematik, yakni pembelajaran terpadu yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran, sehingga dapat memberikan pengalaman bermakna kepada siswa.

“Proses pembelajaran pada K13 lebih menekankan pada keterlibatan siswa dalam proses belajar secara aktif, sehingga siswa dapat memperoleh pengalaman langsung dan terlatih untuk dapat menemukan sendiri berbagai pengetahuan yang dipelajarinya. Melalui pengalaman langsung itu, siswa akan memahami konsep-konsep yang mereka pelajari dan menghubungkannya dengan konsep lain yang telah dipahaminya,” jelasnya.

Dengan kondisi seperti itu, kata Ansyar, siswa tidak perlu dibebankan lagi tugas untuk dikerjakan di rumah, siswa cukup fokus belajar di sekolah.  Sehingga, kata Ansyar, saat mereka di rumah bisa melakukan pengembangan diri, bergaul dan berinteraksi dengan anggota keluarga dan lingkungan, sehingga terbiasa bersosialisasi dan bermain dengan teman-temannya.

“Terlebih lagi dengan adanya kebijakan sekolah lima hari kerja, dinilai sudah sangat cukup waktu yang digunakan anak-anak untuk belajar di sekolah, dan dua hari lainnya bisa mereka gunakan pengembangan diri di rumah masing-masing,” ujarnya. “Namanya saja anak-anak, tidak bisa terlalu diporsir belajar, karena ada waktu mereka harus bermain, bergembira bersama teman-temannya, hak itu jangan sampai kita rampas darinya,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here