Home Palu Rapimnas Alkhairaat Bahas Pendidikan, Dakwah dan Sosial Ekonomi

Rapimnas Alkhairaat Bahas Pendidikan, Dakwah dan Sosial Ekonomi

68
SAMBUTAN - Ketua Umum Alkhairaat H.S. Ali Aljufrie saat menyampaikan sambutan di kegiatan Rapimnas Alkhairaat di Gedung Al Muhsinin Alkhairaat, Kamis, 13 Juni 2019. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pengurus Besar (PB) Alkhairaat menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Alkhairaat di Gedung Al Muhsinin Alkhairaat, Kamis, 13 Juni 2019. Kegiatan ini mengusung tema  “Melalui Rapimnas Ini Kita Aktualisasikan Peran Alkhairaat di Era 4.0”.                                         

Rapimnas ini dihadiri langsung oleh Ketua Utama Alkhairaat, Habib Sayyid Saggaf bin Muhammad Aljufri, serta Ketua Umum Alkhairaat, H.S. Ali Aljufrie dan Gubernur Sulteng H Longki Djanggola, serta sejumlah Komisariat Wilayah Provinsi dan Kabupaten/Kota se- Indonesia.

Ketua Umum Alkhairaat, H.S Ali Aljufrie mengharapkan Rapimnas itu melahirkan sesuatu keputusan yang baik, yang bisa dibawah ke Muktamar Alkhairaat.

“Artinya muktamar kali ini ada sesuatu yang keputusan yang bisa digunakan agar tidak ada simpang siur di dalamnya. Karena di dalam suatu daerah ada dualisme kepemimpinan, ini yang harus kita bicarakan,” ujarnya.  

Sementara Ketua Panitia Rapimnas Alkhairaat, Agus Lamakarate mengungkapkan Rapimnas ini membahas tiga bidang, diantaranya bidang pendidikan, dakwah dan sosial ekonomi.

“Hasil  dari pada Rapimnas ini akan dibawah ke Muktamar sebagai forum tertinggi keputusan Alkhairaat yang dilaksanakan tiap lima tahun sekali,” ungkapnya.

Kata Agus, sebenarnya Muktamar ini dilaksanakan Desember 2018 tetapi karena ada bencana, maka ditunda pelaksanaannya pun ditunda.  

“Sesuai petunjuk Ketua Utama dan Ketua Umum Alkahiraat bahwa Muktamar ini digelar selesai Pemilihan Presiden (Pilpres). Karena Pilpres sudah selesai, maka kami dari panitia tinggal menunggu hasil Rapimnas melalui Steering Committee, kemungkinan nanti di dalam pleno akan keluar rekomendasi kapan pelaksanaan muktamar,” ujarnya.

Agus mengungkapkan, Rapimnas itu membahas isu-isu penting , contohnya di bidang pendidikan soal kurikulum di semua Madrasah yang berada dibawah wilayah kerja Alkhairaat yang harus punya ciri khas tersendiri atau karakter Alkhairaat.

“Jadi semua kurikulum di Alkhairaat harus ada persamaan. Jangan sampai di pusat kurikulumnya berbeda dengan daerah-daerah lain. Kemudian juga mungkin di dearah lain bisa saja didirikan Sekolah Tinggi Alkhairaat, mungkin ada Universitas Alkhairaat dan lainnya. Karena setelah ada Madrasah seperti Ibtidaiyah, Tsanawiyah dan Aliyah pasti orang berpikir untuk perguruan tinggi,” katanya.

Contohnya saja kata Agus, di Ternate mungkin Alkahiraaat akan mengembangkan sekolah tinggi di daerah tersebut.

“Hal-hal ini semuanya akan dibahas dalam Rapimnas tersebut,” ujarnya.

“Jika kami sebagai orang-orang yang bekerja di Alkhairaat tetap menanamkan  pesan-pesan Ketua Utama yakni bagaimana menanamkan prinsip kerja Guru Tua, yakni selalu Ikhlas mengabdi kepada masyarakat,” ungkapnya.

Kata Agus, ikhlas menyerahkan semua kepada Allah, Insya Allah ini akan dapat berkah.

“Olehnya itu, memang  banyak sekali tantangan bekerja di bidang keumatan, karena ini masalah sosial,” katanya.

“Masalah sosial ini tentunya berhadapan dengan masyarakat tidak mampu. Apalagi kita di Sulteng yakin, di Palu, Sigi dan Donggala yang belum lama ini mengalami bencana, ekonomi masyarakatnya masih cukup sulit. Tetapi Alkhairaat dengan adanya tantangan ini harus tetap maju dengan bekerja ikhlas,” katanya.

Agus mengatakan, di Muktamar nanti akan hadir unsur-unsur tertentu, misalnya pembicara kunci dari pusat yakni kementerian terkait, contohnya  Kemenristekdikti, Kementerian Agama,  Kementerian Sosial dan lainnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here