Home Morowali Dinkes Buka Layanan Kesehatan di Posko Induk

Dinkes Buka Layanan Kesehatan di Posko Induk

73
Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Morowali yang mengerahkan Tim Reaksi Cepat Tanggap Darurat (RCTD) untuk memberikan layanan kesehatan di sejumlah titik pada Selasa (11/06/19). (Foto: Diskominfo Morowali)

Morowali, Metrosulawesi.id – Pascabanjir yang menerjang sejumlah daerah di Kabupaten Morowali, khususnya wilayah Kecamatan Bahodopi dan Kecamatan Bungku Timur, para pengungsi yang berasal dari Desa Dampala dan Desa Lele Masih mendiami posko – posko tanggap darurat. Salah satu posko berada di Desa One Pute Jaya dan telah ditetapkan sebagai posko induk.

Sebagai Posko Induk, berbagai bantuan terus mengalir bagi para pengungsi, mulai dari logistik, hingga bantuan dari relawan terus berdatangan. Salah satunya dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Morowali yang mengerahkan Tim Reaksi Cepat Tanggap Darurat (RCTD) yang terdiri dari tenaga kesehatan untuk ikut berpartisipasi dan memberikan layanan kesehatan di sejumlah titik pada Selasa (11/06/19).

Tak terkecuali di posko induk, beberapa dari tenaga kesehatan seperti perawat dan bidan dikerahkan memberikan pelayanan medis bagi para korban banjir. Pengungsi yang mendiami posko induk didominasi oleh bayi, balita, perempuan dan lansia.

Hal ini sebagai upaya untuk mencegah munculnya penyakit yang timbul akibat bencana tersebut. Untuk itu melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB, pemda mengarahkan tenaga kesehatan di posko – posko darurat yang tersebar di wilayah Bahodopi dan Bungku Timur.

Menurut Kadis, Ashar Ma’ruf, SE, M.Si, tenaga kesehatan telah berada di lokasi bencana banjir sejak Sabtu malam, 8/06/2019. “Tim RCTD dinas segera bergerak ketika mendapat informasi terjadi bencana banjir yang melanda Bahodopi dan Bungku Timur yang menyebabkan pengungsian masyarakat”, ujar kadis.

Penanganan bencana banjir yang dilakukan oleh dinas mendapat apresiasi masyarakat. Seperti diketahui, banjir yang melanda Desa Dampala, Desa Lele dan Desa Siumbatu menyebabkan pengungsian masyarakat yang jika tidak ditanganai dengan baik akan menyebabkan penyakit bagi masyarakat. Walaupun di tengah keterbatasan, tapi Tim RCTD dari dinas tetap melakukan tugas melayani masyarakat. Tim RCTD bersama dengan relawan relawan bahu membahu memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat korban banjir.  (hms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here