Home Ekonomi Gencar Sosialisasi Agen Pegadaian

Gencar Sosialisasi Agen Pegadaian

58
Rachmat Djafar. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – PT Pegadaian Syariah terus mengembangkan layanan keuangannya kepada masyarakat. Salah satunya adalah program Agen Pegadaian yang mana dalam program itu terus gencar disosialisasikan.

Demikian disampaikan Asisten Manager Operasional Pegadaian Syariah Palu Plaza, Rachmat Djafar saat dihubungi Metrosulawesi, Rabu (12/6/2019). Ia menjelaskan, saat ini siapapun bisa bermitra memfasilitasi konsumen melakukan transaksi. Tentunya, dari hasil prospek itu, agen akan mendapatkan benefit dari setiap transaksi yang terverifikasi.

“Agen Pegadaian adalah program di 2019 yang sedang gencar-gencarnya disosialisasikan, tujuannya sangat sederhana yakni bermitra baik siapapun itu, bisa menjadi agen. Mahasiswa, pekerja kantor, pelaku usaha dan lainnya,” tuturnya.

Tahap awal, kata dia, sangat mudah yakni menggunakan smartphone dengan mendownload aplikasi Agen Pegadaian di Play Store. Kemudian, melakukan registrasi dengan mengisi identitas dan mengikuti sesuai dengan petunjuk di aplikasi tersebut.

“Manfaatkan android kita, yang mungkin selama ini hanya dipakai bersosial media, mungkin mulai sekarang bisa juga memberikan penghasilan tambahan untuk kita. Tahap awal ada di registrasi cukup dengan beberapa data dasar seperti nomor handphone, alamat email, alamat rumah, KTP, alamat rumah,” kata Rachmat.

Lanjutnya, ketika tahap registrasi telah rampung, maka akan menunggu petugas dari pihak pegadaian syariah melakukan survei kepada pendaftar. Hasilnya, kata dia, akan diumumkan alamat email yang telah dikirimkan pada tahap registrasi.

“Banyak yang perlu diedukasi ketika serius menjadi agen, makanya kita masih gencar sosialisasi. Seperti, skema agen pemasaran, skema agen pembayaran, dan skema agen gadai. Jadi perlu dicatat, ada tiga item agen yang sangat berpotensi untuk menambah penghasilan masyarakat,” ujar Rachmat.

Kata dia, ketiga item itu memiliki langkah-langkah berbeda namun tidak berbelit-belit sehingga sangat cocok dijadikan sebagai pekerjaan tambahan yang dapat menghasilkan pundi rupiah.

“Pertama, ada skema menjadi agen pemasaran. kedua, ada juga agen pembayaran serta skema agen gadai. Masing-masing punya persyaratan yang berbeda, tinggal dimantapkan setelah masyarakat resmi menjadi agen,” tuturnya.

Pegadaian Syariah di Kota Palu tidak membatasi berapapun yang akan mendaftar menjadi agen. Karena, makin banyak yang berminat, maka potensi melebarkan pasar pegadaian makin terbuka.

“Tentunya ini secara nasional sudah disosialisasikan. Berhubungan dengan itu, tentunya ada strategi yang jelas mampu merangkul pasar dengan melibatkan masyarakat luas sebagai agen,” katanya.

Rachmat sangat berharap, informasi agen ini benar-benar sampai di masyarakat sehingga dapat memberikan referensi pekerjaan meraup penghasilan tambahan yang dilakukan dengan santai.

“Kita terus mencoba, aplikasi-aplikasi di 2019 ini memang makin digalakkan. Ada juga Pegadaian Syariah Didital (PSD) yeng tujuannya memudahkan masyarakat untuk tidak jauh-jauh lagi datang di outlet ketika ingin bertransaksi sehingga tak perlu antri berjam-jam menguras waktu. Cukup melalui android,” kata Rachmat.

Pada 2019, pihaknya telah mematok target pengguna sebanyak 7.000 pengguna. Khusus wilayah Pegadaian Syariah di Sulawesi Tengah, sebagai bukti via online PSD cukup menarik di masyarakat. Aplikasi PSD telah di download dan 600 pengguna telah menggunakannya untuk transaksi sepanjang 2019.

“Target syariah 7.000 pengguna. Sejak awal tahun, realisasi sampai saat ini sekitar 600 se sulteng,” katanya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here