Home Palu

30 CJH Belum Urus Paspor

230
Suparman. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Kantor Imigrasi Kelas II TPI Palu Suparman mengungkapkan saat ini masih ada sekitar 30 orang lebih Calon Jamaah Haji (CJH) belum mengurus paspor. Olehnya Imigrasi Palu mengimbau CJH segera mengurus paspor agar tidak menjadi kendala.

“Kita kan mendapat tambahan kuota haji, nah yang 30 orang itu mungkin dapat jatah tersebut. Hanya saja seharusnya sudah mengurus paspor agar nanti tidak terburu-buru pengurusannya,” ujar Suparman di Palu, Rabu, 12 Juni 2019.

Dia mengatakan saat ini pelayanan Imigrasi Palu, khususnya pembuatan paspor telah kembali normal. Pasca lebaran, dalam sehari Imigrasi Palu menerima permohonan paspor 30 sampai 40.

“Memang sebelum lebaran sempat terganggu karena ada perubahan Sistem Informasi Manajemen Keimigrasian (SIMKIM) dari versi 1.0 menjadi 2.0,” ucapnya.

Namun dipastikan kendala tersebut sudah bisa diatasi pihaknya untuk semua pelayanan Imigrasi Palu. Sebelumnya, pengaplikasian SIMKIM Versi 2.0 terkendala jaringan internet. Akibatnya pelayanan keimigrasian tidak maksimal seperti sedia kala.

“Sebenarnya SIMKIM Versi 2 lebih bagus karena sudah terkonek ke Dukcapil untuk memastikan keaslian KTP. Cuma versi 2 ini kelemahannya jaringan, kami menggunakan Telkomsel,” ujar Suparman di Palu, Kamis, 16 Mei 2019.

Seperti diketahui, penerapan aplikasi SIMKIM Versi 2.0 dalam rangka menghadapi kompleksitas permasalahan pelayanan publik dan pengawasan, khususnya permohonan paspor.

“Tapi kami mohon maaf ke masyarakat pelayanan sedikit terganggu karena jaringan masih penyesuaian,” ucap Suparman.

Dia mengatakan pelayanan yang terganggu yaitu permohonan paspor, pengurusan izin tinggal warga Negara asing (WNA) dan pelayanan calon jamaah haji . Ketiga layanan itu mengalami kendala namun untuk pengambilan paspor bagi pemohon yang telah melakukan proses sebelumnya (pada versi 1.0), tetap bisa dilayani.

“Imigrasi meminta maaf atas ketidaknyamanan ini, karena harus mengupdate dengan SIMKIM Versi 2.0. Tapi, tidak dalam waktu yang lama, mungkin hanya 2 sampai 3 hari kerja,” tandas Suparman.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas