Home Palu Unismuh Masukkan Pendidikan Anti Korupsi di MKDU

Unismuh Masukkan Pendidikan Anti Korupsi di MKDU

34
Dr. Rafiuddin Nurdin. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Universitas Muhammadiyah Palu akan memasukan pendidikan Anti Korupsi ke dalam kurikulum kampus dan menjadi salah satu mata kuliah dasar umum.

Wacana itu disampaikan langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama Dr Rafiuddin Nurdin, belum lama ini.

“Kampus biru (Unismuh Palu) telah mewacanakan tahun Akademik 2019/2020 akan memasukan pendidikan Anti Korupsi ke dalam kurikulum dan menjadi salah satu mata kuliah dasar umum (MKDU),” ujarnya.

Rafiuddin mengatakan hal itu sebagai bentuk komitmen perguruan tinggi untuk menjalankan instruksi Menristekdikti untuk memasukan sejumlah mata kuliah baru ke dalam kurikulum, diantaranya terkait penanggulangan terorisme, Mitigasi Bencana, dan korupsi.

“Saya kira sudah saatnya kita juga merespon apa yang dibutuhkan saat ini, contohnya penanggulangan teroris, Mitigasi Bencana, dan korupsi. Mungkin tiga itu yang masuk, namun tentu kita harus bicarakan secara bersama-sama,” katanya.

Rafiuddin juga mengatakan, upaya pemberantasan korupsi yang terdiri dari dua bagian besar, yaitu penindakan dan pencegahan, tidak akan pernah berhasil optimal jika hanya dilakukan oleh pemerintah saja tanpa melibatkan peran serta masyarakat dan perguruan tinggi.

“Mahasiswa sebagai salah satu bagian penting dari masyarakat yang merupakan pewaris masa depan diharapkan dapat terlibat aktif dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia. Keterlibatan mahasiswa dalam upaya pemberantasan korupsi tentu tidak pada upaya penindakan yang merupakan kewenangan institusi penegak hukum,” jelasnya.

Kata dia, peran aktif mahasiswa diharapkan lebih difokuskan pada upaya pencegahan korupsi dengan ikut membangun budaya antikorupsi di masyarakat.

“Mahasiswa diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dan motor penggerak gerakan antikorupsi di masyarakat. Untuk dapat berperan aktif, mahasiswa perlu dibekali dengan pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya,” ungkapnya.

Olehnya itu kata Rafiuddin, pentingnya perguruan tinggi dalam memberikan transfer pengetahuan yang cukup tentang seluk beluk korupsi dan pemberantasannya, agar dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai antikorupsi dalam kehidupan sehari-hari.

Reporter: Moh Fadel

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here