Home Ekonomi Selama April 2019, TPK Hotel Bintang Sebesar 48,34%

Selama April 2019, TPK Hotel Bintang Sebesar 48,34%

96
Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Sulteng Gamal Abdul Nasser menjelaskan soal tingkat kunjungan dan hunian hotel di Sulawesi Tengah pada jumpa pers bulanan, Senin, 10 Juni 2019. (Foto: Pataruddin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah mencatat pesatnya pertumbuhan ekonomi di sejumlah wilayah di Provinsi Sulawesi Tengah berdampak pada cukup tingginya tingkat mobilitas kunjungan tamu dari wilayah lain. Daya tarik untuk pengembangan investasi baru ataupun kepentingan lainnya menyebabkan intensitas kedatangan mereka semakin berfluktuasi dari waktu ke waktu.

”Kunjungan tidak hanya berasal dari kalangan domestik, namun juga berasal dari mancanegara. Guna menunjang informasi pemanfaatan sarana akomodasi, digunakan pendekatan melalui beberapa indikator antara lain tingkat penghunian kamar, tingkat penghunian tempat tidur, dan rata-rata lama tamu menginap baik pada hotel berbintang maupun non bintang (melati),” kata Kepala Bidang Statistik dan Distribusi BPS Sulawesi Tengah, Gamal Abdul Nasser, Senin, 10 Juni 2019.

Menurut Gamal, jumlah tamu yang menginap di hotel bintang yang beroperasi selama April 2019 yaitu sejumlah 3 (tiga) hotel bintang di Luwuk, satu hotel di Kabupaten Poso dan 6 (enam) hotel bintang di Kota Palu tercatat sebanyak 10.048 orang terdiri atas 9.917 orang tamu domestik dan 131 orang tamu asing. Hal ini menunjukkan bahwa tamu domestik yang menginap masih mendominasi sebesar 98,70 persen dan hanya sebesar 1,30 persen merupakan tamu asing.

“Dibandingkan Maret 2019, jumlah tamu asing yang menginap di hotel bintang mengalami kenaikan sebesar 57,83 persen, sementara itu tamu domestik mengalami peningkatan sebesar 3,38 persen. Dibandingkan periode yang sama tahun 2018, terjadi penurunan jumlah tamu pada hotel bintang selama Januari-April 2019 sebesar 61,61 persen. Dilihat dari asal tamu, terjadi penurunan pada jumlah tamu domestik dan asing yang menginap masing-masing sebesar 54,15 persen dan 61,70 persen,” kata Gamal.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) merupakan perbandingan antara malam kamar terjual dengan malam kamar tersedia selama periode waktu tertentu. TPK hotel bintang selama April 2019 sebesar 48,34 persen atau naik sebesar 2,43 persen poin dibandingkan Maret 2019 yang sebesar 45,91 persen. Dibandingkan periode yang sama tahun 2018, TPK hotel bintang mengalami penurunan sebesar 7,49 persen poin menjadi 40,72 persen selama Januari-April 2019

Sementara untuk Tingkat Penghunian Tempat Tidur (TPTT), data BPS Sulawesi Tengah menunjukkan perbandingan antara malam tempat tidur terjual dengan malam tempat tidur tersedia selama periode waktu tertentu. TPTT hotel bintang selama April 2019 sebesar 55,30 persen atau naik 5,06 persen poin dibandingkan Maret 2019.

“Dibandingkan periode yang sama tahun 2018, terjadi penurunan TPTT sebesar 0,57 persen poin menjadi 24,57 persen selama Januari-April 2019. Dilihat dari jenis hotel terjadi penurunan TPTT pada hotel bintang sebesar 16,84 persen poin sedangkan pada hotel melati justru mengalami peningkatan sebesar 1,19 persen poin,” kata Gamal.

Rata-rata Lama Tamu Menginap (RLTM) mengindikasikan berapa lama rata-rata tamu yang datang dan menginap di suatu hotel selama periode waktu tertentu. Selama April 2019, RLTM hotel bintang tercatat 1,80 hari atau naik 0,04 hari dibandingkan Maret 2019. Dibandingkan periode yang sama tahun 2018, RLTM hotel bintang mengalami penurunan sebesar 0,06 hari selama Januari-April 2019.

Reporter: Pataruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here