Home Palu

Masjid Harus Miliki Unit Pengumpul Zakat

217
Dr Dahlia Syuaib SH MA. (Foto: Metrosulawesi/ Moh Fadel)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sulawesi Tengah tahun ini membuka loket pembayaran zakat maal, fitrah, infaq dan fidiyah di kantornya, Jalan Bantilan.

Demikian dikatakan Ketua Baznas Sulteng, Prof Dr Dahlia Syuaib SH MA, melalui ponselnya, Selasa, 28 Mei 2019.

Dahlia mengungkapkan, pihaknya belum bisa menargetkan pembayaran zakat tahun ini, sebab di Baznas Sulteng juga menerima dana titipan dari ASN provinsi untuk disalurkan ke orang yang membutuhkan.

“Jika tahun lalu sekitar Rp2 miliar lebih masyarakat membayar dana zakat, namun tahun ini banyak dana titip yang masuk. Jadi kita tidak tahu berapa targetnya,” ujarnya.

Dahlia mengungkapkan, tahun ini ada aturan baru bahwa setiap masjid harus ada unit pengumpul zakat, karena zakat itu bisa dikelola oleh petugas masjid. Namun Baznas harus mengetahui laporan zakat yang dikelolanya.

“Untuk pengelola zakat fitrah di masjid hanya mengambilnya seperdelapan (1/8) tidak boleh berlebihan. Jika misalnya yang terkumpul seribu kilo, maka seperdelapan dikali seribu kilo, dari itu dibagi ke sejumlah orang yang kerja,” ungkapnya.

Dahlia berharap pengelola zakat fitrah di masjid harus segera menyalurkannya ke orang yang membutuhkan, utamanya fakir miskin.

“Untuk zakat fitrah memang lebih banyak ke masjid, kecuali ada satu atau dua orang kami terima di kantor Baznas Sulteng. Namun kami tidak kumpul, kita serahkan ke masjid,” katanya.

Apalagi kata Dahlia, mustahik bertambah di Kota Palu ini. Olehnya, membayar zakat itu lebih bagus diarahkan kepada lembaga seperti Baznas, karena Baznas mempunyai kekuatan untuk memberi zakat yang produktif.

“Jika perorangan tidak bisa memberikan zakat produktif, tetapi jika Baznas Sulteng sudah banyak diberikan zakat produktif sehingga banyak yang bisa dibantu,” ujarnya.

Olehnya itu Dahlia menyarankan lebih baik membayar zakat ke Baznas Sulteng, karena di Baznas itu bisa dikumpul dari sedikit bisa menjadi besar.

“Yang besar itu kita arahkan kepada zakat produktif, tetapi kita utamakan yang fakir miskin yang mengkonsumsi,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas