Home Palu

Libur Lebaran, BPJS Kesehatan Berikan Kemudahan

219
KONFERENSI PERS - Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Palu Inrie E. F Lombok (kanan) dan Kepala Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Publik Tjiang Tika Marening (kiri) pada konferensi pers Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan di kantornya, Senin 27 Mei 2019. (Foto: Syamsu Rizal/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) tidak perlu khawatir menjelang masa libur lebaran tahun 2019. Mulai dari H-7 sampai H+7 Lebaran 2019, atau tepatnya mulai tanggal 29 Mei – 13 Juni 2019, peserta JKN-KIS tetap bisa memperoleh jaminan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang ditunjuk BPJS Kesehatan. Bahkan termasuk saat peserta mudik ke luar kota. Hal ini merupakan komitmen BPJS Kesehatan memberikan kemudahan portabilitas bagi peserta JKN-KIS.

“Peserta JKN-KIS yang sedang mudik lalu membutuhkan pelayanan kesehatan di luar kota, maka dapat mengunjungi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) walaupun peserta tidak terdaftar di FKTP tersebut. Layanan kesehatan tersebut bisa diperoleh peserta di FKTP yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Untuk daftar FKTP tersebut, dapat dilihat di aplikasi Mudik BPJS Kesehatan atau dengan menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400,” jelas Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Palu Inrie E. F Lombok dalam konferensi pers Mudik Nyaman Bersama BPJS Kesehatan di kantornya, Senin 27 Mei 2019.

Inrie menerangkan, apabila tidak terdapat FKTP yang dapat memberikan pelayanan saat libur lebaran di wilayah tersebut, atau peserta membutuhkan pelayanan di luar jam buka layanan FKTP, maka peserta dapat dilayani di IGD rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pelayanan medis dasar.

“Pada kondisi gawat darurat, seluruh fasilitas kesehatan baik tingkat pertama maupun lanjutan wajib memberikan pelayanan penanganan pertama kepada peserta JKN-KIS. Selama peserta JKN-KIS mengikuti prosedur dan ketentuan yang berlaku, serta tindakan medis yang diperolehnya berdasarkan indikasi medis, maka akan dijamin dan dilayani. Fasilitas kesehatan juga tidak diperkenankan menarik iur biaya dari peserta,” tegas Inrie.

Inrie juga mengingatkan, pelayanan kesehatan tersebut hanya berlaku bagi peserta JKN-KIS yang status kepesertaannya aktif. Oleh karenanya, para peserta JKN-KIS diharapkan disiplin membayar iuran khususnya peserta yang sedang mudik dan selalu membawa kartu JKN-KIS.

“Untuk mengecek status kepesertaan dan melihat riwayat tagihan atau pembayaran iuran JKN-KIS, dapat dilakukan melalui aplikasi Mobile JKN. Selain itu, kami juga mengembangkan aplikasi Mudik BPJS Kesehatan yang dapat di-download secara gratis di playstore dan appstore. Aplikasi tersebut menyediakan telepon penting, alamat kantor BPJS Kesehatan, fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan, tanya jawab BPJS Kesehatan, info BPJS Kesehatan, tips BPJS Kesehatan, lokasi-lokasi penting, serta media sosial BPJS Kesehatan,” katanya.

Selama mudik lebaran, BPJS Kesehatan juga menyediakan pelayanan khusus kepada peserta JKN-KIS. Di Kantor Cabang BPJS Kesehatan Palu, Kantor Kabupaten/ Kota layanan khusus bagi peserta JKN-KIS disediakan mulai tanggal 3, 4, dan 7 Juni 2019 pukul 08.00 – 12.00 waktu setempat.

“Khusus untuk Kabupaten Sigi dan Donggala pelayanan dilakukan di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Palu, karena aksesnya dekat ke Palu,” kata Inrie.

Pada pelayanan khusus ini, peserta bisa melakukan pendaftaran bayi baru lahir (khusus bagi peserta Pekerja Penerima Upah/PPU dan Penerima Bantuan Iuran/PBI), pencetakan kartu bayi baru lahir, perbaikan data dan pencetakan kartu peserta PBI yang sedang dirawat inap, re-aktivasi anak PPU berusia di atas 21 tahun yang masih kuliah dan sedang dirawat inap, dan penanganan pengaduan yang membutuhkan solusi segera.

Inrie menjelaskan, saat ini telah dikembangkan fitur aplikasi Saluran Informasi dan Penanganan Pengaduan (SIPP) di rumah sakit untuk pendaftaran bayi baru lahir peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan perhitungan denda layanan, sehingga peserta tidak perlu datang ke Kantor BPJS Kesehatan. Di samping itu, masyarakat juga tetap dapat menghubungi BPJS Kesehatan Care Center 1500 400 yang beroperasi 24 jam termasuk hari minggu dan libur, untuk memperoleh informasi atau menyampaikan pengaduan.

“Selain di Kantor Cabang, selama masa libur lebaran kami juga membuka layanan khusus di rumah sakit melalui Petugas Informasi dan Penanganan Pengaduan (PIPP) rumah sakit, yang meliputi pendaftaran bayi baru lahir bagi peserta segmen mandiri, perhitungan denda layanan, dan penanganan pengaduan di rumah sakit, baik yang terkait dengan pelayanan rumah sakit maupun pengaduan yang perlu dieskalasi ke BPJS Kesehatan karena membutuhkan solusi segera,” terang Inrie.

Ambil Obat Lebih Awal

Bagi peserta JKN-KIS penderita penyakit kronis, pengambilan obat dapat diambil lebih awal jika jadwal pengambilan obat penyakit kronis peserta JKN-KIS jatuh pada masa libur lebaran.

Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan BPJS Kesehatan Cabang Palu Inrie E. F Lombok menjelaskan, ada syarat teknis pelaksanaan pelayanan obat kronis bagi peserta JKN-KIS pada masa libur lebaran. Pertama, obat penyakit kronis bagi peserta JKN-KIS diberikan maksimum untuk tiga puluh hari sesuai indikasi medis dan mengacu pada formularium nasional berikut dengan ketentuannya.

Kedua jika jadwal pengambilan obat penyakit kronis Peserta JKN-KIS jatuh pada masa mudik lebaran, maka peserta dapat mengambil obat sebelum habis, lebih cepat dari jadwal pengambilan obat berikutnya. Ketiga, untuk obat Program Rujuk Balik (PRB) maka Peserta JKN-KIS dapat mengambil obat di Apotek PRB. Selanjutnya, keempat untuk obat penyakit kronis di FKRTL maka Peserta JKN-KIS dapat mengambil obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

“Untuk peserta PRB, peserta dapat mengambil obat di apotek PRB daerah tujuan mudik dengan ketentuan, diresepkan oleh dokter FKTP di daerah tujuan dan membawa buku kontrol program rujuk balik atau surat pengantar untuk mengetahui jenis obat yang dari dokter di FKTP asal untuk mengetahui jenis obat yang diresepkan,” katanya.

Adapun nutuk penderita penyakit kronis non stabil dapat mengambil obat di FKRTL daerah tujuan mudik. Tapi, juga ada ketentuan yakni membawa surat rujukan dari FKTP setempat, diresepkan oleh dokter di FKRTL setempat, surat rujukan berlaku 1 kali untuk diagnosa dan tujuan rujukan yang sama, dan maksimal kunjungan satu kali sebulan (tidak ada fragmentasi).

Reporter: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas