Home Ekonomi

Jelang Lebaran, Transaksi Penukaran Uang Meningkat

193
Kegiatan penukaran uang yang dilaksanakan oleh Badan Musyawarah Perbankan melalui Bank Indonesia. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Guna mengantisipasi peredaran uang palsu di tengah masyarakat menjelang hari raya idul fitri 1440 Hijriyah. Transaksi penukaran uang yang dilakukan oleh Badan Musyawarah Perbankan saat ini meningkat.

Penukaran uang yang dilaksanakan di lapangan Pogombo kantor gubernur Sulawesi Tengah ini mendapat respon positif dari masyarakat. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari ini terhitung 27- 28 Mei 2019.

Pantauan Metrosulawesi dilokasi berbagai bank yang ada di Kota Palu sudah menyiapkan ratusan hingga miliar rupiah demi menyambut kebutuhan Lebaran. Ini dilakukan sebagai antisipasi kebutuhan transaksi serta penukaran uang yang notabene sudah diserbu warga.

Branch Manager Bank Muamalat Cabang Palu, Bambang Haryo Nugroho menjelaskan husus acara penukaran di Lapangan Pogombo, pihaknya menyiapkan Rp348 juta. Sedangkan, pelayanan penukaran uang sebagian besar dilakukan Kanto Bank Muamalat kurang lebih Rp800 juta.

“Dengan total lebih dari Rp1 Miliar uang HCS (Hasil Cetak Sempurna) yang kami siapkan untuk melayani penukaran uang oleh nasabah dan masyarakat. Dan juga untuk mengisi ketersediaan Uang HCS di mesin-mesin ATMuamalat,”jelasnya kepada Metrosulawesi, Senin (27/5/2019).

Sementara, kata Bambang, Bank Muamalat telah melakukan transaksi penukaran uang sejak awal pekan lalu. Rata-rata di setiap hari Bank Muamalat menerima sebanyak 30 hingga 40 nasabah yang melakukan transaksi.

“Petugas di lapangan terdiri dari 2 Teller, 1 CS dan 1 Security. Sedangkan, nasabah telah melakukan penukaran uang HCS, baik dikantor maupun dilapangan.
Penukaran uang HCS telah di mulai sejak awal pekan lalu,” katanya.

Sementara, Pimpinan BRI Syariah Cabang Palu, Umar mengatakan pihaknya pada tahun ini mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan transaksi penukaran uang sebesar Rp348 juta.

“Itu sudah keseluruhan dari kami dengan jumlah begitu. Tapi, tidak menutup kemungkinan kita akan tambah lagi, tinggal melihat kondisi dan kebutuhan masyarakat,” tuturnya.

Sebelumnya, Kepala Bank Indonesia perwakilan Sulawesi Tengah, Miyono saat ditemui beberapa waktu lalu menjelaskan pihaknya menyediakan dana transaksi penukaran uang senilai Rp1,9 triliun. Dan yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut sebanyak 19 perbankan.

“Jadi masyarakat silahkan datang untuk menukar uang, tapi penukaran kami batasi agar supaya masyarakat tidak menjualnya ke masyarakat lain. Kami tidak mau tahu dan kami tidak ingin melihat masyarakat menjual uang di luar,” ujarnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas