Home Palu

Hilangkan Pemain Naturalisasi saat MTQ

225
SAMBUTAN - Walikota Palu Drs Hidayat M Si saat menyampaikan sambutan di Pekan Pendidikan Al-Quran jenjang SMP se-Kota Palu, di Masjid SMPN 1 Palu, Senin, 27 Mei 2019. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

  • Pekan Pendidikan Alquran

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu menggelar Pekan Pendidikan Al-Quran jenjang SMP se-Kota Palu. Kegiatan yang mengusung tema “Kita Wujudkan Peserta Didik yang Berkarakter Qur’ani pada Jenjang Sekolah Menengah Pertana (SMP) se-Kota Palu” ini dilaksanakan Masjid SMPN 1 Palu, Senin, 27 Mei 2019.

Dalam sambutannya, Walikota Palu, Hidayat M.Si mengungkapkan, kegiatan ini untuk mengevaluasi program tambahan jam pelajaran pendidikan agama di 164 SD di Kota Palu.

“Untuk jenjang SMP, ada empat sekolah yang ditetapkan untuk menerima peserta didik yang terbaik dari 164 SD tersebut. Tiap SMP menyiapkan satu kelas untuk menampung siswa yang terbaik dari ratusan SD itu,” kata Hidayat.

Artinya, kata Hidayat, dari 164 SD itu, Disdikbud Palu telah tiga kali tamatkan siswa khusus Baca Tulis Al-Quran (BTQ), termasuk agama-agama lain. Kurang lebih 6000 siswa setiap tahun ditamatkan dan diberikan sertifikat.

“Sertifikat inilah yang menjadi modal siswa untuk masuk di jenjang SMP, lebih khusus lagi untuk siswa yang terbaik, kita tampung di satu kelas pada empat SMP yang ada di Kota Palu. Nah saat inilah kita evaluasi melalui kegiatan lomba Kaligrafi, Hafidz dan Tilawah,” ungkapnya.

Olehnya itu, Hidayat berharap, setiap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) atau Seleksi Tilawatil Quran tidak ada lagi pemain-pemain naturalisasi, sebab sudah ada kader-kader yang dibangun saat ini.

“Insya Allah dengan evaluasi ini kita lihat perkembangan mereka,” katanya.

Sementara Kepala Disdikbud Palu, Ansyar Sutiadi mengungkapkan, kegiatan ini adalah implementasi dari visi Walikota Palu pada poin iman dan taqwa.

“Pak Walikota Palu memiliki ide cermerlang dengan membuka kelas Tambahan Jam Pelajaran Agama (TJPA) bagi semua agama di Kota Palu. Disdikbud Palu diamanatkan untuk membuka TJPA di jenjang SD pada kelas V, dengan tujuan agar dapat menyaring semua peserta didik beragama Islam,” ujarnya.

Sehingga kata Ansyar, tidak ada lagi peserta didik yang tamat SD tidak dapat membaca tulis Al-Quran.

“Para siswa di jenjang SD ini diberikan sertifikat sebagai persyaratan untuk memasuki jenjang SMP, demikian pula agama-agama lain di Kota Palu. Kita berharap mereka juga memiliki pengetahuan agama sejak SD. Sehingga mereka juga diberikan sertifikat pengetahuan agamanya masing-masing sebagai syarat untuk melanjutkan di jenjang SMP,” katanya.

Ansyar mengungkapkan, pada tahun 2018/2019, Walikota Palu kembali memiliki ide cermerlang dengan menugaskan Disdikbud Palu untuk melanjutkan jenjang BTQ di kelas SMP, dengan nama Kelas Bakat Prestasi pada empat sekolah yang dianggap mampu melaksanakannya.

“Empat sekolah tersebut adalah SMPN 1 Palu, SMPN 9 Palu, SMPN 20 Palu, dan SMPN 3 Palu, anak-anak yang memiliki bakat prestasi agama dapat memasuki sekolah tersebut dengan bebas zonasi. Alhamdulillah saat ini kita melakukan evaluasi melalui Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), yang akan mempertandingkan cabang Tilawah, Hafidz dan Kaligrafi,” jelas Ansyar.

“Kami berharap ada catatan-catatan terhadap pembinaan tersebut, sehingga kedepan kita tidak lagi mengimpor atau menyewa saat ada kegiatan MTQ dan kegiatan lomba keagamaan lain. Untuk itu kami berharap kepada dewan hakim yang terdiri dari Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ), kemudian Ikatan Alumni Qori dan Qoriah Kota Palu dapat melakukan tugasnya dengan baik dan bisa melaporkan kepada kami apa yang harus kita tingkatkan dan apa yang harus kita benahi secara bersama-sama,” ujarnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas