Home Pendidikan

27 SMK se-Sulteng Terima DAK

338
Dr Hatija Yahya. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan SMK Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Dr Hatija Yahya mengungkapkan, sebanyak 27 SMK di Sulteng menerima Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Secara keseluruhan DAK kita untuk 2019 sebesar Rp83 miliar, tetapi terdiri atas peralatan dan pembangunan fisik,” ujar Hatija di ruang kerjanya, Senin, 27 Mei 2019.

Olehnya itu kata Hatija, diharapkan kepada seluruh SMK yang menerima DAK ini komitmen dan punya integritas dalam menerima amanah tersebut, kemudian melaksanakan dengan sebaik-baiknya, serta melakukan pelaporan secara tepat waktu.

“Karena mekanisme DAK ini sangat bergantung terkait progres pembangunan dan kinerja masing-masing satuan pendidikan,” katanya.

Hatija mengatakan, sebelum 31 Desember 2019 ditargetkan penggunaan DAK ini sudah selesai, diharapkan tidak ada menyeberang hingga 2020.

“Insya Allah dalam waktu dekat ini kita sudah akan memberikan uang muka kepada semua pekerja yang ada di sekolah,” ungkapnya.

Hatija mengungkapkan, belum lama ini dilaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Penandatangan MoU bagi SMK penerima Dana Alokasi Khusus (DAK). Tujuan dari pelaksanaan Bimtek itu menyamakan presepsi, memberi petunjuk kepada panitia untuk melaksanakan kegiatan itu sesuai dengant tata cara dan merujuk kepada peraturan yang berlaku.

“Ada empat macam komponen pembangunan yang dilakukan diantaranya pembangunan sarana Ruangan Praktik Siswa (RPS), kemudian ada rehab pembangunan, selain itu pembangunan ruang kelas belajar (RKB) dan pembangunan jamban,” jelasnya.

Hatija mengatakan, SMK kekinian itu tidak kalah peralatannya dibanding dengan apa yang ada di industri, karena memang sesuai dengan Permendikbud Nomor 34 tahun 2018. Terkait standar sarana prasarana, sudah disebutkan sepesifikasinya sesuai kondisi saat ini.

“Pelaksanaan pembangunan DAK ini dilakukan dengan swakelola atau panitia. Jadi bukan dilakukan dengan cara kontraktual. Kemudian bagi sekolah-sekolah besar kita tidak memberikan lagi ruang kelas baru, tetapi bagaimana ruang yang ada dioptimalkan dengan tidak menambah daya tampung yang sangat besar bagi sekolah-sekolah besar,” ujarnya.

Kata dia, yang menerima DAK ini tidak hanya sekolah negeri, tetapi ada juga sekolah swasta. Selain itu ada dua mekanisme yang dikelola oleh Disdikbud Sulteng dengan cara e-Katalog ataupun e-Tendering, namun khusus fisik pembangunanya dilakukan swakelola oleh sekolah.

“Tetapi fisik perencanaan dan pengawasannya dilakukan oleh fasilitator yang diangkat oleh Disdikbud Sulteng. Jadi betul-betul pembangunan itu meskipun dilakukan oleh swakelola, tetapi diawasi dan direncanakan oleh orang yang profesional dan kompeten,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas