Home Banggai

Batik Air Buka Rute Langsung Jakarta-Luwuk

262
PEMOTONGAN PITA - Gubernur Sulteng, Drs H Longki Djanggola meresmikan penerbangan Batik Air rute Jakarta-Luwuk PP di Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk, Ahad 26 Mei 2019. (Foto: Ist)

  • Waktu Berurusan di Luwuk Bisa Lebih Efisien

Luwuk, Metrosulawesi.id – Ada kabar gembira untuk warga Luwuk, Sulawesi Tengah. Mulai Ahad 26 Mei 2019, Batik Air melayani penerbangan langsung dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta ke Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk.

Gubernur Sulteng, Drs H Longki Djanggola meresmikan penerbangan perdana tersebut, dengan menikmati langsung penerbangan Batik Air dari Cengkareng ke Luwuk, Ahad 26 Mei 2019. Pesawat Airbus 320-200CEO registrasi PK-LUP dengan nomor penerbangan ID-6290 itu lepas landas pukul 02.05 WIB dan mendarat mulus pukul 06.05 wita di Luwuk.

Setibanya di Luwuk, Batik Air mendapatkan sambutan hangat dengan tarian tradisional, pemotongan pita dan pelepasan seekor merpati. Penyambutan ini sekaligus tanda dibuka penerbangan non-stop yang ditempuh dalam durasi berkisar tiga jam.

“Hari ini (kemarin,red) merupakan bagian tonggak sejarah penting Batik Air mengembangkan pasar potensial, menjangkau destinasi favorit dan memenuhi permintaan pasar perjalanan di dalam negeri, diikuti tren jalan-jalan saat ini,” ujar Chief Executive Officer (CEO) of Batik Air, Capt Achmad Luthfie dalam siaran persnya yang diterima Metrosulawesi.

Luthfie mengatakan, rute penerbangan kembali, Batik Air memiliki waktu keberangkatan dari Luwuk pada pukul 17.00 Wita bernomor ID-6291 dan mendarat di Soekarno-Hatta pukul 19.00 WIB.

Batik Air, katanya, sangat bangga memperkenalkan rute baru domestik yang dilayani pergi pulang. Batik Air maskapai pertama dan satu-satunya saat ini yang melayani langsung dari Soekarno-Hatta ke Luwuk. Di Sulawesi Tengah, Luwuk adalah destinasi kedua dilayani oleh Batik Air setelah Palu.

Bersamaan terbang pertama tersebut, Batik Air juga meresmikan inaugural flight Luwuk ke Makassar dengan mengoperasikan pesawat yang sama.

Penerbangan ID-6293 lepas landas pukul 06.45 wita dan pesawat mendarat di Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan (UPG) pada 08.00 wita.

Rute sebaliknya, Batik Air bernomor ID-6292 berangkat dari Makassar pada 15.00 wita dan tiba pukul 16.15 wita di Luwuk.

Pada tahap awal, Batik Air menawarkan masing-masing dua kali frekuensi terbang dalam sehari pergi pulang (PP). Batik Air akan selalu melakukan pengkajian pasar (market review) bersama pelaku bisnis terkait.

Gubernur Sulteng, Longki Djanggola mengapresiasi Pemda Banggai yang telah melakukan upaya, sehingga jasa transportasi sekelas Batik Air bisa masuk ke Luwuk secara langsung dari Jakarta.

Menurut dia, Sulteng saat ini memiliki tujuh bandara. Namun khusus untuk Bandara SA Amir Luwuk, dikenal cukup potensial karena keberadaan sejumlah perusahaan berskala nasional yang berinvestasi di Banggai.

“Masuknya jasa transportasi langsung kata dia, tentu akan menciptakan efisiensi waktu bagi pengusaha yang hendak berurusan singkat dan cepat,” katanya.

Bupati Banggai Herwin Yatim mengatakan, pembukaan jalur penerbangan langsung atau tanpa transit yang melayani rute Jakarta-Luwuk dan Luwuk-Jakarta oleh maskapai Batik Air, akan mendorong efisiensi waktu, khususnya bagi pelaku usaha yang hendak berurusan cepat.

Bupati Herwin Yatim yang baru saja tiba dari menunaikan umrah dan meneruskan perjalanan ke Luwuk menggunakan Batik Air langsung dari Jakarta, menyatakan, dunia usaha di Kabupaten Banggai, Bangkep dan Banggai Laut yang terus berkembang, akan semakin berkembang dengan masuknya jasa transportasi udara langsung dari Jakarta atau tanpa transit di bandara lain seperti yang selama ini terjadi.

“Mudah-mudahan ‘Banggai Bersaudara’ akan semakin maju dengan masuknya maskapai penerbangan baru yang melayani rute langsung Jakarta-Luwuk, sebab hal itu akan mendorong efisiensi waktu,” kata dia.

Ia meyakini, maskapai penerbangan seperti Batik Air tidak akan menyesal dengan membuka rute baru secara langsung dari ibukota negara ke Kabupaten Banggai.

Pernyataan senada disampaikan Wabup Mustar Labolo. Menurut dia, Bandara SA Amir menjadi andalan bagi tiga daerah yang dikenal sebagai ‘Banggai Bersaudara, maupun daerah lain yang ada di kawasan timur Sulawesi Tengah. (*)

Ayo tulis komentar cerdas