Home Sulteng BNNP-Kemenkumham Komitmen Berantas Narkoba

BNNP-Kemenkumham Komitmen Berantas Narkoba

180
KOMPAK - Kepala BNNP Brigjen Pol Suyono bersama jajaran foto bersama Kakanwil Kemenkumham Sulteng Zulkifli didampingi jajaran usai pertemuan membahas pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba di daerah ini, Kamis, 23 Mei. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah bersama Kemenkumham Sulteng terus meningkatkan komitmen dalam pencegahan dan pemberantasan peredaran narkoba di daerah ini.

Wujud komitmen tersebut, Kepala BNNP Brigjen Pol Suyono beserta rombongan secara khusus melakukan kunjungan kerja Kantor Wilayah Kemenkumham Sulteng di Jalan Dewi Sartika Palu, Kamis, 23 Mei 2019.

Suyono disambut langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah Zulkifli didampingi oleh Kepala Divisi Pemasyarakan Suprapto beserta Kepala Bagian Program Muhammad Said.

Kepala BNNP mengatakan kunjungan kerjanya dalam rangka koordinasi terkait penanganan dan pencegahan peredaran narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rutan di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.

Pertemuan tersebut menjadi kolaborasi dan sinergitas antar kedua instansi itu sekaligus silaturahim dan perkenalan diri kepada Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah.

“Ini wujud nyata kerjasama yang telah dilakukan antara BNN Sulteng dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sulawesi Tengah yang telah terlaksana selama in,” ujar Suyono.

Kakanwil Kemenkumham Sulteng mengapresiasi kunjungan tersebut dan siap untuk meningkatkan kerjasama lebih baik lagi dalam pemberantasan dan pencegahan peredaran narkoba di Lapas dan Rutan.

Sebelumnya diberitakan, saat pertemuan dengan Gubernur H Longki Djanggola, Kepala BNNP Suyono mengungkapkan beberapa hal terkait kondisi peredaran narkoba di Sulawesi Tengah. Dikatakan peredaran narkoba saat ini dikendalikan penghuni Lapas. Sehingga perlu kebijakan pembangunan Lapas khusus narkoba yang jauh dari pemukiman dan tidak ada sinyal HP.

“Saat ini masyarakat Sulawesi Tengah sudah 36.000 orang pecandu narkoba dan sudah dilakukan rehab sebanyak 3.000 orang,” ungkap Suyono.

Dia mengatakan meski bisnis Narkotika beresiko namun sebagian pihak beranggapan sangat menguntungkan sehingga peredarannya susah dihentikan. Mirisnya lagi banyak oknum pegawai yang terlibat dan mengorbankan masa depan.

“Kami meminta dukungan gubernur, bupati dan walikota kiranya rumah sakit pemerintah daerah dapat disiapkan ruang rehabilitasi pecandu Narkoba. Demikian juga mohon dukungan Gubernur Sulawesi Tengah bersama unsur Forkopimda dalam membersihan kampung zona merah tingkat peredaran Narkotika tertinggi,” ucap Kepala BNNP Sulteng.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here