Home Palu Student Open School Competition, Tiga Siswa SMPN 1 Palu Terancam Batal Berangkat

Student Open School Competition, Tiga Siswa SMPN 1 Palu Terancam Batal Berangkat

260
Hj Farida Batjo. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala SMPN 1 Palu Hj Farida Batjo mengungkapkan, tahun ini ada tiga siswa berprestasi bidang taekwondo terancam tidak dapat diberangkatkan mengikuti Student Open School Competition di Gor Ciracas, Jakarta Timur, karena terkendala biaya. Ketiga siswa itu adalah Alexa, Caca, dan Gabriel, ketiganya saat ini duduk di bangku kelas VII K.

Farida mengatakan, misalnya 10 Juli 2019 belum ada kejelasan pembiayaan ketiga atlet tersebut, dipastikan ketiganya tidak bisa diberangkatkan. Jika memang terjadi hal itu, kata dia, sangat disayangkan, karena turnamen tersebut merupakan ajang nasional yang tidak hanya membawa nama sekolah, melainkan juga daerah.

Berdasarkan jadwal, kegiatan Student Open School Competition dilaksanakan pada 13-14 Juli 2019 di Gor Ciracas, Jakarta Timur, DKI Jakarta.

“Inikan tidak masuk dalam Rancangan Kerja Sekolah (RKS), sehingga tidak bisa didanai Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Jika pun ada kegiatan ekstrakulikuler yang didanai oleh dana BOS, itu sangat terbatas,” ungkap Farida di Palu belum lama ini.

Farida mengungkapkan, satu-satunya cara untuk memberangkatkan ketiga atlet itu adalah dengan cara mencari dana dari pihak luar sekolah, seperti dari orang tua siswa dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (Koni) Palu. Sekolah hanya bisa membantu sekadarnya.

“Kondisi saat ini, jangankan siswa, guru berprestasi saja yang mau diberangkatkan hanya bisa dibantu sekolah Rp500 ribu, apa lagi kegiatan yang tidak ada di RKS,” katanya.

Untuk itu, kata Farida, sangat dibutuhkan kerjasama masyarakat dan pemerintah dalam pembinaan siswa prestasi, terlebih ini adalah prestasi tingkat nasional.

Sebelumnya, kata Farida, saat masih di SD ketiga siswa itu terbilang sangat berprestasi di bidang Taekwondo. Ketiganya masuk di SMPN 1 karena dinilai sebagai sekolah yang bisa membina dan meningkatkan bakat dan prestasinya.

“Harapan besar kami KONI Palu bisa membiayai. Jika KONI bisa membiayai dan menjalin komunikasi baik dengan sekolah, kapan saja KONI mau menggunakan atlit kami, tentu kami bisa menyerahkan, mengingat ini juga adalah kepentingan nama daerah,” harap Farida.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here