Home Sulteng

Sopir Angkutan Mudik Wajib Tes Urine

230
RAMP CHECK - Petugas dari Dinas Perhubungan Sulteng melakukan pemeriksaan (ramp check) angkutan mudik lebaran, Rabu 22 Mei 2019. (Foto: Ist)

  • Dishub Sulteng Sidak Angkutan Mudik Lebaran

Palu, Metrosulawesi.id – Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sulteng bersama instansi terkait melakukan sidak berupa pemeriksaan (ramp check) angkutan mudik lebaran Hari Raya Idul Fitri 1440 H. Kepala Bidang Angkutan Jalan, Keselamatan dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Sulteng Sumarno mengungkapkan sidak akan dilakukan hingga H-3 lebaran.

“Sidak sudah kami mulai kemarin, 21 Mei dengan menyasar bus-bus yang berada di terminal Tipo dan Mamboro. Dari pemeriksaan (ramp check) sementara, semua bus angkutan mudik laik jalan,” ungkap Sumarno di Palu, Rabu, 22 Mei 2019.

Dia mengatakan sidak dilakukan demi menjamin keselamatan para pemudik pengguna transportasi bus angkutan kota antarprovinsi maupun angkutan kota dalam provinsi (AKAP/AKDP). Adapun komponen ramp check diantaranya pemeriksaan ban, rem dan surat-surat. Dalam melakukan ramp check tersebut, Dishub menggandeng Kepolisan Daerah (Polda) Sulawesi Tengah.

Seluruh armada angkutan mudik kata Sumarno, wajib melakukan uji kir kendaraan untuk kelaikan operasi sebelum digunakan untuk mengangkut para pemudik. Kir kendaraan sangat penting dan wajib bagi bis-bis angkutan penumpang demi kelancaran dan kenyamaman serta keselamatan dalam perjalanan.

Sementara untuk pemeriksaan sopir, Sumarno mengatakan akan dilakukan saat pemberangkatan. Sopir juga diwajibkan tes urine untuk memastikan bersangkutan tidak mengkonsumsi obat terlarang, juga dalam kondisi kesehatan yang prima.

Dalam hal pemeriksaan urine, Dishub Sulteng bekerja sama dengan BNN di daerah ini. Untuk pemeriksaan fisik bekerja sama dengan tenaga medis dari rumah sakit Bhayangkara Polda Sulteng dan PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Sulteng.

“Kami juga mengimbau PO dalam menyelenggarakan usaha angkutan umum, khususnya musim mudik agar memperhatikan keselamatan, kenyamanan dan ketertiban. Terpenting lagi jangan menaikkan tarif dari batas atas yang telah ditetapkan,” ucap Sumarno.

Sumarno menambahkan pihaknya telah menetapkan tarif batas atas angkutan mudik lebaran. Penyedia jasa angkutan umum harus mengacu penetapan tarif tersebut agar tidak merugikan masyarakat. Dishub memastikan akan memantau perkembangan tarif angkutan musim lebaran.

Masyarakat diimbau melapor apabila menemukan tarif melampau batas yang telah ditetapkan. Laporan bisa disampaikan ke Posko Terpadu angkutan lebaran di kantor Dishub. Adapun tarif batas atas dimaksud telah tertera hampir disemua terminal dan kantor-kantor perusahaan otobus (PO).

“Kalau untuk jumlahnya saya tidak hafal karena banyak, masyarakat silakan lihat di kantor-kantor PO,” pungkas Sumarno.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas