Home Ekonomi

Pasar Murah Bantu Warga Ekonomi Lemah

223
Gubernur Sulawesi Tengah, H. Longki Djanggola meninjau pasar murah di lapangan Vatulemo, Kota Palu, Rabu 22 Mei 2019. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

  • Jelang Idul Fitri

Palu, Metrosulawesi.id – Sepanjang tahun 2019, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian telah menggelar kegiatan pasar murah sebanyak tujuh kali.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Kepala Disperindag Sulteng, Moh Arif Latjuba, Rabu (22/5/2019). Menurutnya, kegiatan tersebut dimaksudkan untuk dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga murah dan terjangkau menjelang hari raya Idul Fitri 1440 Hijriyah.

“Seperti pelaksanaan menghadapi Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) khususnya mendekati lebaran. Dan ini dapat meringankan beban masyarakat dalam berbelanja,” ujarnya

Ia menambahkan perayaan dalam menyambut hari besar keagamaan seperti ini. Tentunya, sering kali diikuti dengan kenaikan harga dan permintaan pasar khususnya terkait kebutuhan pokok.

“Sementara itu, kami berharap kegiatan ini dapat mendekatkan masyarakat dengan pasar. Yang tentunya, sejak pagi sudah terlihat transaksi antara masyarakat dan pelaku usaha,” tambahnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, hal ini terjadi karena tingginya permintaan yang tidak diimbangi dengan suplai barang. Maka, akan sangat berimbas pada harga di pasar tradisional hingga toko ritel modern.

“Dan juga tidak dikarenakan atau kurang efisiennya proses distribusi barang. Disisi lain, penghasilan masyarakat sebagian berpenghasilan rendah tidak mengalami peningkatan. Sehingga, barang kebutuhan pokok sulit dipenuhi oleh mereka,” ujarnya.

Pelaksanaan kegiatan tersebut didukung oleh Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Kelautan dan Perikanan provinsi Sulawesi Tengah. Termasuk pihak Hiswana Migas dan Pertamina menyediakan 560 tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram.

Selain itu, kami dibantu juga oleh Bulog Divisi Regional Sulteng, PT Perusahan Perdagangan Indonesia, Distributor dan Toko ritel modern dalam menyediakan bapok seperti gula pasir, minyak goreng, tepung terigu, mentega, beras, telur ayam, ikan bandeng, bawang putih, bawang merah,” jelasnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Gubernur Sulawesi Tengah, H. Longki Djanggola mengucapkan terima kasih atas diadakannya kegiatan pasar murah ini.

“Kami ucapkan terima kasih atas partisipasi dari Bank Indonesia, Perum Bulog, PT PPI, PT Pertamina Cabang Palu, Asosiasi Hiswana Migas Kota Palu, para distributor, toko ritel modern dan OPD provinsi Sulawesi Tengah yang terkait dengan hal ini,” ucap Longki.

Lanjut Longki, ketika menjelang hari besar keagamaan,setiap kali sering terjadi peningkatan jumlah permintaan terhadap barang kebutuhan pokok. Karena itu, kata Longki, dalam mengantisipasi kondisi tersebut Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian.

Kepala BI Perwakilan Sulteng, Miyono menjelaskan total subsidi yang diberikan sekitar Rp35 Juta. Namun, kata Miyono, dana itu disebar untuk beberapa distributor dan pelaku usaha.

“Pada kegiatan ini, Bank Indonesia berperan menyediakan subsidi beberapa komoditas yang dijual pada pasar murah, agar masyarakat yang berdaya beli rendah dapat terbantu untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” katanya, Rabu (22/5/2019)

Di sisi lain menurut dia, dalam upaya pengendalian inflasi di Kota Palu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulteng, bekerja sama dengan Pemerintah provinsi beserta satuan kerja perangkat daerah terkait, dalam ruang lingkup Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID)secara berkesinambungan melakukan upaya-upaya yang bertujuan untuk mengendalikan laju inflasi di kota ini pada tingkat yang rendah dan stabil.

“Kemarin kita sudah kordinasikan terkait dengan semua itu, kita juga sudah ke lapangan dan dipastikan stok barang mencukupi menjelang lebaran. Kita lihat sendiri bawang putih yang sempat alami kenaikan hingga Rp90 ribu per kilogram, kini turun harganya menjadi Rp35 ribu perkilogram,” tuturnya.

Upaya tersebut lanjutnya, dilakukan dalam bentuk penyampaian imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan konsumsi atau belanja secara berlebihan. Selanjutnya, kata Miyono, gejolak harga dipasar sudah tidak ada lagi.

“Selain itu, kami juga secara langsung turun ke lapangan dengan menyelenggarakan pasar murah ke daerah-daerah yang masyarakatnya berdaya beli rendah,” tambah Miyono.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas