Home Donggala

Huntara Masih Terkendala Air dan Listrik

177
MENAGIH JADUP - Penghuni Huntara di Kelurahan Gunung Bale, Kecamatan Banawa yang hingga saat ini belum menerima jaminan hidup. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)

  • Penghuni Huntara di Donggala Belum Terima Jadup

Donggala, Metrosulawesi.id – Memasuki peretengahan Ramadan ternyata warga korban gempa/tsunami yang kehilangan tempat tinggal dan sudah menempati hunian sementara (huntara) belum menerima jaminan hidup (Jadup) dari pihak terkait.

Penelusuran Metrosulawesi di salah satu blok Huntara yang berada persis di area perkantoran Pemkab Donggala di kelurahan Gunung Bale, sebanyak tujuh Kepala Keluarga (KK) warga Kelurahan Boya, Kecamatan Banawa, belum menerima Jadup dari Pemerintah Kabupaten Donggala.

Ini dikaui salah satu penghuni huntara istri dari Udin Kemme. Menurutnya, sudah dua bulan ia menetap di huntara tapi belum diberikan Jadup.

“Saya diblok I bersama enam kepala keluaraga, kami adalah warga kelurahan Boya Kecamatan Banawa tepatnya lagi di muara yang semua rumah tengggelam ke dasar laut, kami tidak miliki apa-apa lagi, suami saya juga masih mencari pekerjaan, kami hanya berharap pada bantuan pemerintah salah satunya adalah jadup,” kisah Wanita paruh bayah kepada Metrosulawesi.

“Setahu kami sebelum diperintahkan masuk huntara, kami disampaiakn akan diberikan jaminan hidup oleh pemmerintah, tapi sampai sekarang tidak ada. Kami sangat memerlukan kebutuhan sehari-hari semisal beras dan bahan sembako lainnya,” curhatnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Donggala, Akris Fattah Yunus saat dihubungi melalui nomor ponselnya tidak memberikan respons. Pesan pendek dari awak media juga tidak dibalas.

Sementara itu, salah seorang staf Kelurahan Boya, Risman mengatakan, Jadup untuk penghuni huntara sudah menjadi kewenangan dinas Sosial Donggala.

“Coba koordinasi dengan Dinas Sosial, setahu saya Jadup itu kewenangan mereka,” sebutnya.

Sementara itu, Sekda Propinsi Sulawesi Tengah Dr. Moh. Hidayat Lamakarate, M.Si, memimpin rapat percepatan pemenuhan kelengkapan Huntara di ruang kerjanya, Selasa 21 Mei 2019.

Pada Kesempatan itu , Sekda Propinsi Sulawesi Tengah Dr. Moh. Hidayat Lamakarate MSi, menyampaikan masih ada huntara yang dibangun PUPR dan NGO, belum dapat ditempati karena terdapat kendala berupa aliran listrik belum ada dan sarana air bersih juga belum tersedia.

“Untuk itu perlu secepatnya dicari solusi untuk menyelesaikan kendala kendala tersebut agar Huntara yang sudah dibangun dapat segera ditempati masyarakat,” kata Hidayat. 

Pada Kesempatan itu Asisten II  Kabupaten Sigi Iskandar Nontji menyampaikan, kondisi Huntara di Kabupaten Sigi saat ini tidak ada kendala lagi. Hanya proses menempati Huntara saja adapun kekurangan huntara tentang air bersih dan aliran listrik hanya untuk sebagian kecil saja.

Kepada Dinas PU Kota Palu, menyampaikan bahwa masih terdapat Huntara di Kota Palu yang belum ada aliran listrik dan juga sarana air bersih untuk itu diharapkan dukungan PLN dan Pemerintah Propinsi untuk dalam penyelesaian kendala tersebut.

Manager Perencanaan PLN Area Palu, Nopri menyampaikan PLN akan terus mendukung Pembangunan jaringan dan Penyambungan listrik pada Huntara sesuai dengan Permohonan yang disampaikan kepala PLN, ketersediaan meteran sangat besar 15.000 meteran tersedia.

Sekdaprov Dr. Moh. Hidayat Lamakarate, menyampaikan, untuk percepatan pemenuhan sarana listrik dan air bersih perlu koordinasi yang baik. Untuk mendukung percepatan pemasangan listrik di Huntara baik yang dibangun PUPR dan NGO Dirjen Kelistrikan melalui dana CSR PLN membantu biaya SLO pemasangan listrik, untuk itu pemerintah Kota Palu dan Sigi agar dapat mengusulkan pemasangan listrik di Huntara.

Hidayat, menyampaikan ada NGO yang siap membantu untuk penyediaan air bersih di Huntara. Untuk itu lanjut Hidayat, selaku ketua Pemulihan Dampak Bencana Sulawesi Tengah agar dapat menyampaikan Huntara yang belum tersedia Air Bersih. (anc/*)

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas