Home Sulteng

28 Mei, THR Karyawan Harus Dibayar

219
Joko Pranowo. (Foto: Metrosulawesi/ Michael Simanjuntak)

  • Disnakertrans Sulteng Siap Terima Aduan

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Sulteng Joko Pranowo berharap perusahaan sudah harus membayar THR karyawan maksimal 28 Mei 2019.

“Kami perlu sampaikan imbauan pembayaran THR karena sudah menjadi aturan,” ujarnya kepada Metrosulawesi, Selasa, 21 Mei 2019.

Dia menegaskan bagi perusahaan yang lambat mebayar THR akan dikenakan sanksi sesuai Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 6 tahun 2016. Aturan tersebut menegaskan bagi perusahaan yang lambat membayar THR akan dikenakan denda 5 persen. Semenatara perusahaan yang tidak membayarkan THR akan dijatuhkan sanksi administratif berupa teguran tertulis dan pembatasan kegiatan usaha.

Soal besarannya, pekerja yang mempunyai masa kerja 12 bulan secara terus menerus atau lebih, memperoleh THR 1 bulan upah. Sedangkan bagi pekerja yang mempunyai masa kerja satu bulan secara terus-menerus tetapi kurang dari 12 bulan, THR-nya diberikan secara proporsional sesuai dengan perhitungan yang sudah ditetapkan, yaitu masa kerja dibagi 12 bulan dikali satu bulan upah.

Untuk memastikan karyawan mendapatkan hak THR Lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah, Disnakertrans Sulteng kata Joko sudah membuka posko pengaduan di Kantor Pembinaan Hubungan Industrial dan Pengawasan Ketenagakerjaan Jalan Mohammad Yamin Palu.

Disnakertrans Sulteng dikatakan siap menerima pengaduan dari para karyawan/buruh se Sulteng. Pengaduan bisa dengan mendatangi langsung posko tersebut pada hari dan jam kerja. Pengaduan juga bisa disampaikan elalui layanan email atau Telepon/SMS dinomor 0813 4102 1971, 08124510 7707 dan 0852 5661 7033.

“Jangan takut melapor karena kami pastikan identitas akan dirahasiakan. Tahun-tahun sebelumnya juga begitu, ada ribuan yang melapor hanya kami yang tahu,” ucap Joko.

Joko meminta bagi yang melapor harus menyertakan alamat perusahaan secara rinci dan jelas untuk memudahkan proses penyelesaian laporan. Dia berjanji akan langsung menindaklanjuti laporan sesuai aturan dan peraturan berlaku.

“Tahun lalu itu ada 17 laporan yang kami terima, tinggal satu yang tidak selesai karena perusahaan yang dilaporkan sudah pindah dari Sulawesi Tengah,” tandas Joko.

Untuk diketahui, saat ini untuk Sulteng ada 110 ribu tenaga kerja yang tersebar 3.414 perusahaan se Sulawesi Tengah. Ribuan perusahaan tersebut bergerak diberbagai bidang seperti pertambangan, industri dan perdagangan.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas