Home Hukum & Kriminal

Gubernur Adukan Tiga Akun Penyebar Hoaks

333
ADUKAN BERITA HOAKS - Karo Humas Pemprov Sulteng, Haris Kariming, memberikan penjelasan kepada awak media, usai melaporkan kasus berita hoaks di Mapolda Sulteng, Senin 20 Mei 2019. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Gubernur Sulawesi Tengah, Drs H Longki Djanggola, mengadukan tiga akun yang ikut menyebar berita hoaks yang mencatut namanya ke Polda Sulteng, Senin 20 Mei 2019. Berita hoaks, hasil editan yang seolah-olah terbitan media cetak itu, sempat viral di media sosial facebook, Ahad 19 Mei 2019.

Karo Humas Pemprov Sulteng, Haris Kariming, mengatakan pihaknya sudah melaporkan penyebaran hoaks yang mencatut nama gubernur itu ke Polda Sulteng. Dua hal yang menjadi aduan, yakni perbuatan tidak menyenangkan dan pelanggaran UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik).

“Kita sesuai instruksi dari pak Gub (Gubernur), kita Biro Humas didampingi Biro Hukum Pemda Sulteng melakukan pelaporan awal mengenai berita hoaks itu,” ujarnya, kepada wartawan saat ditemui di lobi DitReskrimsus Polda Sulteng, sesaat setelah menyampaikan aduan, Senin 20 Mei 2019.

Sesaat setelah mendapat laporan, penyidik dari Cyber Crime Ditkrimsus Polda Sulawesi Tengah langsung bergerak. Kemarin, mereka meminta keterangan sejumlah pihak terkait pengaduan berita hoax dan Harian Mercusuar di media sosial (facebook). Gubernur dan sejumlah pejabat Pemprov serta beberapa pengurus DPD Partai Gerindra Sulteng diminta keterangannya di ruang kerja Gubernur. Salah satunya yang dimintai keterangan adalah Wakil Sekretaris DPD Partai Gerindra Moechtar Mahyuddin.

Dari tiga akun yang dilaporkan, salah satu akun adalah milik seorang anggota legislator di DPRD Sulteng berinsial YB.

Haris mengatakan penyidik masih meminta keterangan Gubernur atas tindakan penyebaran hoaks melalui media sosial (facebook). Tiga nama pemilik akun, DQ, MH dan YB dilaporkan ke penyidik. YB adalah anggota DPRD Sulawesi Tengah.

“Laporan dikombinasikan antara Gubernur, DPD Partai Gerindra serta elemen masyarakat,” ujar Haris Kariming.

Menurut Haris, penanganan kasus ini akan mereka kawal hingga tuntas, demi memberikan efek jera kepada para oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab itu.

“Ini akan kita kawal dan saya minta dukungan dari para awak media, agar kasus ini bisa tuntas. Pokoknya tiada ampun bagi penyebar hoaks,” tegasnya.

Sementara Pimpinan Redaksi Harian Mercusuar, Tasman Banto, yang juga hari hadir untuk bersama-sama melaporkan kasus yang juga membawa media cetak yang dipimpinnya itu, mengatakan bahwa terkait dengan beredarnya berita hoaks yang melibatkan Gubernur Sulteng itu, dia menegaskan bahwa Harian Mercusuar tidak pernah memuat berita yang kontennya sangat provokatif itu.

“Pelaku menggunakan media Harian Mercusuar, kemudian melakukan semacam editan dan menyebarkan berita hoaks. Kita juga akan dipanggil sebagai saksi mengenai penyebaran berita hoaks tersebut,” ujar Tasman.

Reporter: Djunaedi, Pataruddin
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas