Home Palu SMP di Palu Kelebihan Guru Bahasa Inggris

SMP di Palu Kelebihan Guru Bahasa Inggris

121
PERTEMUAN - Sejumlah guru di Palu saat mengikuti pertemuan yang diadakan oleh Disdikbud Palu, beberapa waktu lalu. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Ketenagaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Imam Sutarto mengungkapkan guru SMP Negeri di Palu mengalami kelebihan (overload) guru bidang studi Bahasa Inggris.

“Meskipun ada beberapa guru yang meninggal akibat bencana gemba bumi kemarin, namun guru bahasa inggris di jenjang SMP negeri masih mengalami kelebihan,” kata Imam di ruang kerjanya, belum lama ini.

Kata dia, guru-guru bidang studi yang kurang di jenjang SMP Negeri itu adalah guru kesenian, prakarya dan guru agama.

“Tiga bidang studi ini gurunya kurang, tetapi selebihnya khusus untuk SMP kita sudah melebihi. Bahkan ada guru yang tidak dapat lagi tuntutan 24 jam sebagai tugas wajibnya,” ungkapnya.

Imam mengatakan, guru bidang studi Bahasa Inggris ini betul-betul kelebihan (overload). Sementara guru-guru di jenjang SD hingga saat ini mengalami kekurangan.

“Untuk jenjang SD, kepala sekolahnya tetap mengantisipasi kekurangan guru tersebut. Jadi meskipun guru PNS tidak ada, satuan pendidikan tetap jalan, karena sekolah sendiri diberikan kewenangan mengangkat guru honorer,” ujarnya.

Kata Imam, status guru honorer yang diangkat melalui daerah melalui tunjangan sertifikasi berjumlah 75 orang.

“Pemerintah Kota Palu juga mendorong ada tunjangan tambahan insentif, untuk guru yang melaksanakan tugas 24 jam. Kita tetap berusaha mendorong tambahan tunjangan tersebut. Hal ini agar tidak terlalu jauh dengan nilai UMR yang telah ditetapkan oleh Pemkot Palu,” katanya.

Imam mengatakan, insentif tambahan ini merupakan bentuk spirit dan dorongan untuk para guru agar bekerja dengan lebih semangat lagi. Selain itu juga, gaji PNS dan Non PNS tidak terlalu jauh.

“Inilah upaya kita dalam meningkatkan kinerja dan tanggungjawab para guru yang pada akhirnya bisa meningkatkan prestasi peserta didik,” ujarnya.

Kata Imam, guru honorer menerima gaji melalui dana BOS yang dibayarkan per triwulan. “Sehingga nanti per tiga bulan mereka baru terima gaji, hal itu disebabkan tidak adanya lagi pembiayaan atau dukungan dari masyarakat,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here