Home Parigi Moutong PAN Parimo Beberkan Kelemahan Kadernya di DPRD

PAN Parimo Beberkan Kelemahan Kadernya di DPRD

96
Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN), Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Ndali J Sahibu memberikan keterangan kepada sejumlah wartawan di salah satu warkop di Parigi, baru baru ini. (Foto: Zoel Fahry/ Metrosulawesi)

Parimo, Metrosulawesi.id – Ketua DPC Partai Amanat Nasional (PAN), Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) Ndali J Sahibu mengungkapkan, bahwa pihaknya keluhkan kinerja Saiful Bahri kader Partai PAN yang sudah beberapa periode duduk sebagai anggota DPRD Parimo itu dianggap sering melalaikan kewajiban partai.

Bahkan, saat tahapan Pemilu 2019 kemarin, Saiful Bahri yang juga ikut bertarung tak pernah membuat Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Dana Kampanye (LPPDK) yang menjadi kewajibannya sebagai Caleg.

“Membuat laporan-laporan seperti itu saja, Saiful Bahri masih saja lalai, padahal itu merupakan kewajibannya sebagai Caleg. Kami pengurus partai sudah berusaha menghubunginya, tapi sampai dengan memasukan LPPDK di KPU ini, tak pernah diindahkannya,” ungkap Ndali selaku ketua DPC PAN Parimo pada sejumlah wartawan di salah satu warkop di Parigi, baru baru ini.

Lanjut dia, seperti apa yang diamanatkan oleh Partai, yang mana Anggota DPRD khususnya DPRD Parimo Fraksi PAN seharusnya memberikan kontribusi untuk partai setiap bulannya. Tetapi Saiful Bahri berdasarkan sepengetahuannya, kurang lebih lima bulan lamanya tidak lagi memberikan kontribusi kepada partai. Bahkan, dari tiga orang anggota DPRD yang diusung Partai PAN, hanya satu orang saja yang dianggap aktif disetiap kegiatan partai. Bukan hanya itu, pada setiap rapat-rapat kepengurusan partai, yang bersangkutan terkesan tidak mengindahkan undangan partai.

“Dimana jika ditelpon dia (Saiful Bahri) selalu bilang, rapat saja. Apa hasil keputusan rapat, saya terima. Selalu seperti itu bahasannya,” kesal Ndali sapaan akrabnya.

Dia juga mengatakan, dalam proses Caleg belum lama ini pun demikian. Bahwa Saiful Bahri yang diminta melaporkan penerimaan dan pengeluaran dana kampanyenya masih saja dilalaikannya. Sejak awal pelaporan yang bersangkutan tidak pernah bekerja bersama partai menyiapkan laporan-laporan itu, padahal jika tak dilaporkan Caleg dari Partai PAN bisa saja tidak dilantik.

“Saiful Bahri itu tidak ada LPPDK-nya masuk di kami. Bukan itu saja, untuk membuat laporan itu saja, kami pengurus partai harus usaha sendiri. Bahkan mengeluarkan uang pribadi untuk bayar orang dalam pembuatan LPPDK itu,” keluh Ndali.

Ia menambahkan, bahwa sikap yang ditunjukan Saiful Bahri terhadap Partai PAN dianggap, karena merasa memiliki kekuatan, apalagi sudah dua periode menjabat sebagai anggota DPRD Parimo. Padahal, yang bersangkutan dianggap tidak pernah mewakili partai dalam menyampaikan masukan pada sidang-sidang paripurna.

“Mengapa saya berani bilang begitu, karena saya tenaga ahli partai. Saiful Bahri itu, diminta baca pandanga fraksi saja menolak, apalagi bicara saat sidang paripurna tidak pernah,” tuturnya.

Reporter: Zoel Fahry
Editor: Syamsu Rizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here