Home Donggala Masalah Kemampuan ASN dan RS Kabelota

Masalah Kemampuan ASN dan RS Kabelota

73
Tahun 2019 ini RS Kabelota hanya disuntik anggaran sebesar Rp 4 miliar untuk “mengobati” berbagai persoalan manajemen rumah sakit tersebut. (Foto: Tamsyir Ramli/ Metrosulawesi)
  • Rekomendasi Pansus I Atas LKPJ Bupati Donggala

Donggala, Metrosulawesi.id – Pansus I DPRD Donggala menyampaikan laporannya di hadapan paripurna Kamis sore kemarin (16/5) di ruang sidang utama DPRD. Penyampaian laporan tersebut menindaklanjuti laporan LKPJ bupati tahun 2018 yang telah dibacakan oleh wakil bupati Moh Yasin.

Haris Lagimpe selaku ketua pansus I mengatakan berdasar hasil kajian dokumen LKPJ Bupati tahun 2018 penting diberikan catatan strategis sebagai bentuk rekomendasi agar bupati bisa melaksanakannya.

“Pertama itu bupati harus menempatkan ASN berdasakan kemampuan dan disiplin ilmunya. Keemudian memerintahkan kepada OPD agar tidak melaksanakan tupoksi dan tugas tambahan lainnya yang berhubungan dengan peneyelesaian tugas dan fungsi (tidak rangkap tugas),”sebutnya.

Selain hal tersebut, Haris Lagimpe juga menambahkan pentingnya memperhatikan serapan anggaran daerah serta memperhatikan kondisi RS Kabelota agar terus berupaya meningkatkan pendapatan RS Kabelota.

“RS Kabelota kita kekeuramgan tenaga medis, kurangnya fasilitas medis sehingga pendapatan pun menurun, dan tak kalah pentingnya untuk diperhatikan oleh eksekutif adalah LKPJ bupati 2018 harus diperjelas dengan uraian-uraian yang lebih detail semisalnya realisasi pembiayaan dalam penganggarn penanggulangan bencana alam, gempa bumi dan tsunami 28 September kemarin,” pungkasnya.

Paripurna pansus I yang dipimpin ketua Aziz Rauf dan dihadiri Wakil Bupati Moh Yasin serta pimpinan OPD selanjutnya ditutup dengan buka puasa bersama.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here