Home Ekonomi Kembangkan Bawang Putih di Sulteng, Pemerintah Kesulitan Dapat Benih Unggul

Kembangkan Bawang Putih di Sulteng, Pemerintah Kesulitan Dapat Benih Unggul

68
Ramdan Toampo. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Pemerintah Sulawesi Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) tengah mencanangkan program penanaman komoditi bawang putih disejumlah daerah di Sulteng.

Namun, saat ini, harus diakui, pemerintah masih kesulitan mendapatkan bibit unggul untuk disalurkan kepada petani bawang putih sehingga komoditas hasil panen, mampu bersaing kualitasnya dengan stok bawang putih impor dari Asia seperti Cina dan Taiwan.

Demikian disampaikan Kepala Seksi Sayuran Dinas TPH, Ramdan Toampo kepada Metrosulawesi saat dihubungi, Ahad (19/5/2019).

Menurutnya, beberapa jenis kenamaan yang selalu mengisi benih, namun ketika hasil panen, bawang masih cenderung memiliki ukuran kecil dibanding yang komoditi impor.

“Kami kekurangan benih unggul, kita kalah dengan kualitas impor. Lokalan nasional itu ada 5 nama produk yakni lumbuh putih, lumbuh kuning, lumbuh hijau, sangga sembalung dan tawang mangu. Itu kecil-kecil hasilnya,” katanya.

Bawang putih, kata dia, hanya mampu hidup diatas ketinggian 2.000 mdpl (meter dari permukaan laut). Selama ini, produksi hanya ada di sejumlah Kabupaten Kota tertentu namun belum maksimal.

“Ada di Poso, Parigi Moutong, Sigi, Donggala. Dimana, daerah-daerah yang cukup dingin dan ideal,” katanya.

“Tahun ini, kita tergetkan pada Agustus 2019, akan ada lahan baru untuk tanam bawang putih sebanyak 500-an hektar,” tambahnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here