Home Palu PPDB 2019, SMP Buka Maksimal 11 Kelas

PPDB 2019, SMP Buka Maksimal 11 Kelas

157
Ambotuwo. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Ambotuwo menegaskan sesuai aturan Permendikbud SMP dianjurkan menerima siswa maksimal 11 kelas pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini.

“Sekolah harus mengikuti aturan ini dulu, jika kita buka peluang untuk membuka lebih dari 11 kelas, maka sekolah lain nanti kasihan, tidak dapat menerima siswa dengan merata. Diaturannya, kuota itu untuk pemerataan dalam PPDB sistem zonasi,” kata Ambotuwo di Palu, Jumat, 17 Mei 2019.

Ambotuwo menjelaskan, misalnya masih ada kelas yang kosong pada PPDB, bisa saja diberikan kebijakan untuk menerima siswa lagi.

“Tetapi kita ikuti dulu keseragaman kuota dengan menerima siswa 11 kelas, memang ada beberapa sekolah meminta menerima lebih dari 11 kelas, tetapi kami belum kasih karena masih mengacu pada Permendikbud,” ujarnya.

Ambotuwo mengatakan, diterapkannya sistem zonasi ini adalah untuk pemerataan dalam menerima siswa baru.

“Selain itu kami tahun ini memberikan kebijakan kepada SMPN 6 Palu. Jika ada siswa dari Kabupaten Sigi masuk di sekolah tersebut, disilahkan, dan tidak menjadi masalah. Namun yang diprioritaskan itu adalah siswa dari Palu,” katanya.

Ambotuwo mengatakan, ada beberapa sekolah diubah sistem zonasinya, seperti daerah likuifaksi Petobo, Balaroa. Kedua wilayah itu sistem zonasinya diatur sesuai radius (jarak).

“Untuk sekolah di daerah perkotaan seperti di SMPN 1 Palu dan SMPN 2 Palu serta SMP lainnya mengunakan sistem zonasi berbasis kelurahan. Namun untuk di daerah terdampak likuifaksi, berbasis jarak dan pertimbangan Huntara,” ujarnya.

Ambotuwo berharap sejumlah sekolah lebih aktif lagi dalam berkomunkasi dengan sekolah lain dalam PPDB. Sebab ada beberapa sekolah yang saling berdekatan zonasinya.

“Kita berharap pihak sekolah menerima siswa yang ada saja dulu berdasarkan kuota yang telah ditentukan sebanyak 11 kelas, karena ketentuan ini keinginan dari Kemendikbud RI. Jika memang masih ada kuota lebih, kemungkinan nanti ada kebijakan,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here