Home Hukum & Kriminal

Polda Amankan 3.547 Tabung Gas Ilegal

394
TABUNG GAS ILEGAL - Inilah tumpukan ribuan tabung gas 3 kg ilegal yang berhasil diamankan Polda Sulteng pada Sabtu 11 Mei 2019 lalu. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Jajaran Kepolisian Daerah (Polda) Sulteng melalui melalui Subdit I Indag Ditreskrimsus, berhasil mengamankan ribuan tabung gas LPG 3 Kg di wilayah Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore Kota Palu.

Dalam penjelasan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto, yang ditemui Metrosulawesi, Kamis 16 Mei 2019, mengatakan, gas 3 kg yang diamankan itu sebanyak 3.547 tabung berwarna melon dalam keadaan kosong.

Menurut AKBP Didik, penangkapan tersebut berawal adanya pasar murah yang dilaksanakan oleh Disperindag Kota Palu, Sabtu 11 Mei 2019, yang lalu, pihaknya mendapatkan informasi dari sales LPG Pertamina Palu, bahwa telah ditemukan beredarnya tabung Gas LPG 3 Kg warna melon yang tidak sesuai dengan standar (SNI).

Setelah menerima informasi tersebut, anggota Subdit I Indag Ditreskrimsus langsung melakukan pengecekan terhadap tempat usaha Lk.IM alias IB di Jalan Trans Sulawesi RE Martadinata, yang kemudian menemukan ribuan lebih gas 3 kg dalam keadaan kosong.

Kata Didik, kepada petugas IM alias IB mengaku, bahwa ia mendapatkan tabung gas tersebut dari seorang pria RI yang beralamatkan di Kota Surabaya, Jawa Timur.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto (tengah) memberikan keterangan kepada wartawan di Mapolda, Kamis 16 Mei 2019. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

“Tabung tersebut didapatkannya dengan harga Rp128 ribu pertabungnya, dan dijual kembali dengan harga Rp130 ribu pertabungnya kepada masyarakat, pangkalan, agendan SPBE,” sebut Kabid Humas Polda Sulteng.

Diketahui IM alias IB telah menjalankan usaha tersebut kurang lebih satu tahun. Namun tidak memiliki legalitas atau izin usaha perdagangan serta kerjasama (MOU) dengan pihak Pertamina untuk mengedarkan tabung gas LPG 3 Kg tersebut.

Akibat perbuatannya itu, IM alias IB saat ini tengah menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Mapolda Sulteng, serta ribuan tabung gas tersebut akan dijadikan sebagai alat bukti.

“Nantinya jika sudah ditetapkan sebagai tersangka akan disangkakan dengan Pasal 62 Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2014 Tentang Standarisasi dan Kesesuaian, yang mana setiap orang yang memalsukan SNI atau membuat SNI palsu sebagaimana dimaksud dalam Pasal 19 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun atau pidana denda paling banyak Rp50 miliar,” tandas Didik.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas