Home Sulteng Empat Bahan Pangan Berbahaya Diawasi

Empat Bahan Pangan Berbahaya Diawasi

81
Rudi Zurkarnain. (Foto: Ist)

Palu, Metrosulawesi.id – Perindustrian Pemerintah Provinsi Sulteng melalui Dinas dan Perdagangan (Disperindag) kembali melaksanakan pengawasan rutin terhadap peredaran bahan pangan berbahaya di Kota Palu, Rabu, 15 Mei 2019.

Pengawasan kali ini dilakukan dengan menggandeng Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Palu dan beberapa instansi terkait. Tim pengawasan menyambangi sejumlah pusat perbelanjaan dan tempat industri pengolahan makanan. Tim fokus mengawasi empat bahan pangan berbahaya yaitu boraks, formalin, rodamin B dan metanil yelow.

“Tim turun ke Pasar Inpres Manonda, toko makanan, dan tempat pembuatan tahu-tempe,” ujar Kepala Seksi Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga Disperindag Sulteng Rudi Zurkarnain.

Dalam pengawasan itu, pihak BPOM turut mengambil sejumlah sample untuk dilakukan uji laboratorium. Hasilnya akan diperoleh dalam beberapa hari kedepan. Namun ada juga sejumlah sampel yang langsung diuji di laboratorium mobile milik BPOM Palu.

“Semua yang sudah diuji hasilnya negatif. Itu artinya terbebas dari bahan pangan berbahaya,” tandas Rudi.

Sebelumnya BPOM Palu mengingatkan masyarakat agar teliti membeli kebutuhan ramadan dan lebaran Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Saat membeli suatu produk pangan kemasan, masyarakat harus teliti dengan cara cek Klik.

“Selalu ingat cek Klik yaitu cek kemasan, label, izin edar dan kedaluwarsa sebelum membeli atau mengonsumsi produk pangan,” ujar Kepala BPOM Palu Fauzi Ferdiansyah kepada Metrosulawesi, Selasa, 14 Mei 2019.

Dia mengimbau masyarakat jangan mau membeli produk pangan dalam kondisi kemasan rusak. Sebab produk pangan dalam kondisi kemasan rusak mutunya tidak terjamin lagi. Mayarakat juga harus memastikan label dan izin edar produk pangan yang akan dibeli telah terdaftar.

Selanjutnya yang paling penting yaitu terkait kelayakan makanan yang akan dibeli mengacu dari masa kedaluwarsa. Menurut Fauzi sangat penting memeriksa produk kemasan agar makanan yang dikonsumsi masyarakat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami berharap masyarakat jangan sampai lupa melakukan cek Klik saat membeli suatu produk,” ucap dia.

Fauzi mengatakan pada bulan ramadan dan menjelang lebaran seperti saat ini, tingkat konsumsi masyarakat terhadap produk pangan kemasan semakin meningkat. Olehnya ketelitian dalam membeli produk kemasan sudah menjadi keharusan.

Diungkapkannya apabila masyarakat mencurigai ada makanan terkontaminasi atau mengandung zat berbahaya bisa melaporkan ke BPOM Palu. Selain itu, saat ini terdapat sejumlah laboratorium mobile BPOM Palu yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk melakukan uji sampel.

“Mobil lab kami ada di 12 titik di wilayah Kota Palu mulai jam 15.00 WITA hingga jelang berbuka puasa, silakan masyarakat memanfaatkannya,” kata Fauzi.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here