Home Hukum & Kriminal Aspidsus: Tersangka Bisa Tiga Orang, Bahkan Lima

Aspidsus: Tersangka Bisa Tiga Orang, Bahkan Lima

294
Edward Malau, SH MH. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)
  • Kejati Tetapkan PPTK Tersangka Korupsi Alkes Dinkes Poso

“Dalam waktu 1-2 hari ke depan, masih akan menyusul tersangka lainnya yang akan ditetapkan sebagai tersangka baru. Tersangkanya bisa jadi tiga orang, bahkan bisa juga lima orang. Tunggu saja, pasti kita tetapkan tersangka baru” – EDWARD MALAU SH MH, Aspidsus Kejati Sulteng –

Palu, Metrosulawesi.id – Kasus dugaan korupsi proyek pengadaan alat kesehatan (Alkes) di Dinas Kesehatan Poso terus bergulir. Kejati Sulteng sudah menetapkan PPTK proyek itu, Noberial Marthen Salmon SKM sebagai tersangka.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus), Kejati Sulteng, Edward Malau, SH.MH, Senin 13 Mei 2019, kepada sejumlah wartawan mengatakan, penetapan Noberial Marthen Salmon sebagai tersangka terkait pelaksanaan proyek pengadaan alat kedokteran, kesehatan dan KB yang dianggarkan melalui APBN Tahun 2013, yang dikerjakan PT Enseval Putera Megatrading (Tbk) senilai Rp13,4 miliar lebih.

“Penetapan ini dilakukan setelah Tim Pidana Khusus Kejati Sulteng menggelar rapat di hadapan Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng, dan setelah penyidik melakukan ekspose gelar perkara, akhirnya ditetapkanlah PPTK proyek itu sebagai tersangka dalam kasus pegadaan Alkes di Dinkes Poso,” ungkapnya.

Aspidsus Kejati Sulteng itu juga mengatakan, sampai saat ini penyidik masih terus melakukan pengembangan terkait dugaan menguapnya anggaran proyek pengadaan alkes yang diduga diselewengkan beberapa oknum di Dinkes Poso, untuk kepentingan pribadi dan telah merugikan keuangan negara.

“Dalam waktu 1-2 hari ke depan, masih akan menyusul tersangka lainnya yang akan ditetapkan sebagai tersangka baru. Tersangkanya bisa jadi 3 orang, bahkan bisa juga 5 orang. Tunggu saja, pasti kita tetapkan tersangka baru,” tegasnya.

Edward juga menjelaskan, kasus ini disidik secara terpisah dengan kasus Alkes di RSUD Poso yang juga telah ditetapkan tersangkanya beberapa waktu lalu. Item pekerjaan dan jenis pengadaan barangnya memang sama dengan yang di RSUD Poso yang dikerjakan PT.Prasida Ekatama senilai Rp16,9 miliar lebih.

“Tersangka akan dikenakan Pasal 2 ayat (1) UU Nomor 20 tahun 2001, tentang perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, Jo Pasal 55 ayat (1) ke -1 KUHP,” tambahnya.

Sebelumnya, Kejati Sulteng juga telah menetapkan tersangka pada perkara penyidikan pidana khusus dugaan korupsi dana pengadaan alkes di RSUD Poso, yakni alat kedokteran, kesehatan dan KB yang dikerjakan oleh PT Prasida Ekatama.

“Penetapan Tersangka tersebut diperoleh berdasarkan hasil Penyidikan dari Pemeriksaan saksi-saksi, dokumen pendukung serta barang bukti yang ada,” ucapnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here