Home Ekonomi Sulteng Butuh 56 Ribu Elpiji 3 Kg Tiap Hari

Sulteng Butuh 56 Ribu Elpiji 3 Kg Tiap Hari

32
SIDAK ELPIJI - Pegawai dari Dinas Perdagangan Pemda Morowali melakukan inspeksi mendadak gas 3 kg ke pasar Tradisional Modorn di Bungku, Senin 13 Mei 2019. (Foto: Murad Mangge/ Metrosulawesi)
  • Pertamina Pastikan Tidak Ada Kelangkaan

Palu, Metrosulawesi.id – Kebutuhan gas elpiji subsidi atau elpiji 3 kilogram (kg) di Sulawesi Tengah mencapai 50 ribu tabung setiap harinya. Namun angka itu meningkat sekitar 11 persen saat Ramadan, menjadi sekitar 56 ribu tabung.

Pihak Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VII yang melayani kebutuhan gas elpiji di Sulawesi Tengah menyebut kebutuhan tersebut bisa terpenuhi setiap hari. Stok yang dimiliki oleh pihak Pertamina jauh lebih banyak dari kebutuhan tersebut, sehingga masyarakat tidak perlu panik terjadi kelangkaan elpiji 3 kg.

“Untuk stok kita lebih banyak, untuk kita punya lima depot di sini tangkinya saja masing-masing ada 100 ton,” ungkap Unit Manager communication &CSR Mor VII Hatim Ilwan kepada wartawan, akhir pekan ini.

Untuk memenuhi kebutuhan elpiji di Sulawesi Tengah MOR VII menerima pengiriman dari depot di Makassar maupun Gorontalo.

Terkait banyaknya keluhan masyarakat atas kelangkaan elpiji 3 kg, pihak Pertamina mebantahnya.

Menurut Hatim Ilham, sebenarnya penyaluran elpiji 3 kg sudah terpenuhi sesuai dengan jumlah kebutuhan masyarakat yang berhak menggunakan gas bersubsidi itu. Namun masyarakat mampu juga banyak yang ingin menggunakan elpiji bersubsidi tersebut, merekalah yang dianggap banyak mengeluh soal kelangkaan elpiji 3 kg.

“Stok kita aman, baik yang subsidi maupun non subsidi. Kalau non subsidi kebutuhan kita sekota 17-18 ton tiap hari,” jelasnya.

Bahkan selama Ramadan yang diprediksi setiap kebutuhan elpiji masyarakat akan meningkat juga disebutnya aman.

“Sulawesi Tengah itu prognosa harian rata-rata yang kami prediksi sepanjang Ramadan ini yang untuk elpiji PSO yang subsidi itu mencapai 169 metrik ton per hari (setara 56 ribu tabung). Nah ini meningkat hampir 12 persen dibanding rata-rata harian konsumsi sepanjang tahun 2019 dari Januari-April,” jelasnya.

Kata dia, Pertamina telah memprediksi sebelumnya dengan pertimbangan kebutuhan trend dan konsumsi tahun lalu di periode yang sama.

Dia menyebut, Sulawesi Tengah menjadi daerah dengan peningkatan penggunaan elpiji tertinggi se-Sulawesi. Namun pihaknya memastikan kebutuhan tersebut masih dapat dipenuhi. Sehingga masyarakat tidak perlu takut akan ada kelangkaan elpiji 3 kg di daerah ini.

Selain menjaga keamana stok elpiji subsidi tersebut, pihak Pertamina MOR VII juga memperhatikan wilayah-wilayah terdampak bencana agar penyaluran elpiji ke daerah-daerah tersebut tidak terkendala.

Reporter: Tahmil Burhanudin
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here