Home Palu Pengumpulan Zakat, Baznas Sulteng Target Rp3 Miliar

Pengumpulan Zakat, Baznas Sulteng Target Rp3 Miliar

22
Dr Dahlia Syuaib SH MA. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Sulawesi Tengah menargetkan tahun ini pengumpulan dana zakat sebesar Rp 3 miliar lebih.

Ketua Badan Amil Zakat Nasional Provinsi Sulawesi Tengah, Prof Dr Dahlia Syuaib SH MA mengimbau masyarakat mampu agar tidak khawatir menyerahkan zakatnya di lembaga pengelola zakat seperti Baznas.

“Yang dikhawatirkan adalah masyarakat itu menyerahkan zakatnya sendiri tidak tepat sasaran atau tidak sesuai dengan syariatnya. Seperti berdasarkan hubungan komunikasi atau kekerabatan sehingga tidak tepat sasaran. Jika kami di Baznas Sulteng semua ada panduannya, mana itu zakat dan mana itu infaq dan sedekah,” jelas Dahlia di Palu, Senin, 13 Mei 2019.

Dahlia mengungkapkan besaran dana zakat di Sulteng untuk Aparatur Sipil Negera (ASN) tahun ini akan berubah.

“Perubahan dana zakat tersebut atas dasar penghasilan ASN yang saat ini sudah lebih berkembang lagi, sebab telah adanya tunjangan kinerja dan tunjangan lainnya. Maka dari itu, dicobahlah diubah sedikit dana zakat tersebut, tetapi perubahanya itu atas persetujuan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan dari Gubernur Sulteng,” katanya.

Kata dia, soal perubahan dana zakat sudah dirapatkan di kantor Gubernur Sulteng, namun Surat Edaran Gubernur belum turun, kemungkinan masih akan melalui uji publik dan proses lainnya.

“Yang jelas kita tinggal menunggu surat edaran dari Gubernur, baru akan ditetapkan berapa besaran dana zakat itu,” katanya.

Dahlia mengatakan, target tahun ini dana zakat sedikit meningkat karena banyak dana titipan untuk membuat kegiatan atau lainnya dari donatur-donatur atau lembaga zakat lainnya.

“Dalam sejarah perzakatan di dunia, zakat itu bisa berhasil jika untuk membangun lembaga keagamaan dan menyelesaikan masalah kemiskinan, dengan dihimpun dalam satu lembaga yang namanya Amil,” ujarnya.

Selain itu, Dahlia mengungkapkan, Baznas Sulteng juga telah membuka layanan kesehatan di Masjid Agung, mulai pukul 02.00 wita sampai dengan pukul 20.00 wita malam, layanan itu khusus untuk kaum dhuafa.

“Jadi kaum dhuafa tidak bayar jika berobat ditempat itu. Sebenarnya pelayanan itu diperuntukan untuk kaum dhuafa, tetapi kadang-kadang ada orang yang mampu memeriksakan kesehatannya, sehingga orang mampu itu dianjurkan membayar infaq di layanan kesehatan tersebut, tetapi dananya tidak ditentukan, artinya seikhlasnya,” ujarnya.

Dahlia mengatakan pembayaran zakat ini tergantung dari harta yang dimiliki oleh masyarakat yang mampu.

“Misalnya dua setengah persen dari nilai harta orang tersebut, itupun zakat yang diberikan tergantung, apakah zakat perdagangan atau zakat pertanian atau zakat lainnya,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here