Home Palu Dua Prodi Fekon Untad Ditarget Akreditasi A

Dua Prodi Fekon Untad Ditarget Akreditasi A

70
Muhtar Lutfi. (Foto: Michael Simanjuntak/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Dua Program studi (Prodi) di Fakultas Ekonomi (Fekon) Universitas Tadulako yakni Manajemen dan Pembangunan ditarget akreditasi A pada 2020 mendatang. Hal ini diungkapkan Dekan Fekon Untad Dr H Muhtar Lutfi SE M.Si kepada awak media baru-baru ini.

“Sebenarnya program itu sudah ada, saya tinggal melanjutkan saja periode pak Harifuddin Tahir. Dari beberapa program yang ada, saya melihat yang sangat penting bagaimana menjadikan Prodi Manajemen dan Pembangunan akreditasi A,” ungkapnya.

Muhtar mengatakan akreditasi menjadi penilaian utama atas keberhasilan suatu lembaga pendidikan tinggi. Jika meraih akreditasi A, maka suatu lembaga pendidikan tinggi dianggap unggul.

“Saya pikir target dari univeritas juga begitu, minimal setiap fakultas 20 persen dari semua Prodi yang ada harus akreditasi A,” katanya.

Untuk Fekon sendiri kata Muhtar sudah memenuhi target yang ditetapkan univeritas sebab saat ini salah satu Prodi di fakultas tersebut telah akreditasi A yaitu Prodi Akuntansi. Adapun Prodi Fekon Untad yaitu Prodi Manajemen, Pembangunan, Akuntansi (D3), Manajemen Pemasaran dan Akuntansi (S1).

“Dari lima Prodi, kita sudah tercapai 20 persen. Target saya tinggal melanjutkan sisa waktu masa jabatan pak Harifuddin sekitar dua tahun. Tapi seperti yang saya katakan, harapan saya paling tidak dua Prodi lagi bisa akreditasi A,” ujar Muhtar.

Untuk mewujudkan hal itu, dekan menuturkan saat ini jajarannya sudah mulai mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan. Proses akreditasi Fekon Untad akan berlangsung pada 2020 mendatang.

“Saya sudah suruh dipersiapkan memang agar saat divisitasi jika ada kekurangan-kekurangan bisa dilengkapi,” tutur dekan.

Dekan yang baru menjabat beberapa pekan itu mengaku optimis Prodi Manajemen dan Pembangunan bisa meraih akreditasi A.

“Lalu nilainya sudah hampir A, manajemen sisa kurang 10 poin, pembangunan tinggal 6 poin. Itu yang akan kita lihat kekurangan untuk menggenapi poin tersebut,” tandas Muhtar.

Reporter: Michael Simanjuntak
Editor: Yusuf Bj

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here