Home Ekonomi

Pertamina Temukan 2.000 Tabung Elpiji Ilegal

381
Operasi pasar elpiji 3 kilogram di halaman Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu, Selasa, 7 Mei 2019. (Foto: Tahmil Burhanudin/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Berkerjasama dengan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Polda Sulteng. Pihak Pertamina telah menemukan sebanyak 2.000 tabung gas elpiji 3 Kg yang tidak tercantum lebel (ilegal).

Sales Excecutive elpiji Pertamina, Ardian Dominggo mengakui hal tersebut. Ia menuturkan penemuan tabung gas tersebut berawal dari masyarakat yang membeli tabung saat dilaksanakan operasi pasar di halaman kantor Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Palu.

“Pertama petugas kami dilapangan sangat curiga dengan warga yang membawa beberapa tabung itu. Dan ketika kami lakukan pengecekan rupanya sangat berbeda jauh dengan tabung milik kami,” ungkapnya.

Lanjut dia, kemudian pihaknya langsung menghubungi pihak Kepolisian dalam hal ini tim Satgas Pangan Polda Sulteng. Dari laporan tersebut beberapa anggota kepolisian langsung melakukan penyelidikan tepatnya di wilayah pergudangan yang ada di Kelurahan Tondo Kecamatan Mantikulore.

“Sekarang ini masih dalam tahap penyelidikan dari pihak kepolisian. Agar supaya lebih diketahui asal usul tabung ilegal itu, karena ini akan mengundang oknum yang tidak bertanggung jawab akan melakukan penimbunan,” tuturnya.

Ia menjelaskan untuk tabung kosong LPG 3 Kg subsidi itu beratnya sekitar 5 kilogram. Sedangkan, kata Dominggo, bila tabung terisi gas beratnya bisa mencapai 8 kg dan secara valve tercantum logo SNI milik Pertamina.

“Kami dari Pertamina mempunyai SOP terkait keamanan, beratnya dan juga kode pencatutan. Itu tergantung dari masyarakat, kita tidak ingin ada kejadian yang nantinya akan merugikan masyarakat,” katanya

Selain itu, warna dari tabung milik Pertamina kelihatan lebih pudar. Oleh karenanya, tidak bisa dipungkiri ketika dilakukan pengecekan pasti akan sangat jauh berbeda.

“Buatan kami warnanya lebih ke hijau kusam. Yang berbeda, ketika kita mendapatkan tabung mulus itu yang sangat mencurigakan” ujarnya.

Sementara, Ketua Satgas Pangan Polda Sulteng, AKP Dirham Salama mengatakan pendistribusian tabung tersebut merupakan tindakan yang dilakukan oleh oknum yang memanfaatkan situasi.

“Kalau kita selidiki itu pabrikan asal Kota Surabaya. Jadi mereka buat tabung dengan kapasitas banyak lalu mereka distribusikan ke wilayah di Indonesia, kemungkinan kami akan bekerjasama dengan Polda Jatim dalam mengungkap kasus ini,” kata dia.

Menurutnya, pabrik tersebut selama ini tidak melakukan kerja sama dengan pihak Pertamina. Sedangkan, ia mengimbau kepada masyarakat harus lebih berhati – hati dalam membeli tabung gas elpiji ukuran 3 Kg.

“Kalau dampaknya sangat besar bila tabungnya bocor itu akan menyebabkan efek yang sangat panjang. Karena semua tidak melewati prosedur Pertamina. Kami mengimbau masyarakat jika membeli tabung gas lebih dicek lagi agar ke depan tidak terjadi hal-hal yang kita tidak inginkan menimpa masyarakat,” imbuhnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas