Home Donggala

Kadis Sosial Dipersilakan “Bernyanyi” di Pengadilan

681
FOTO BERSAMA - Sebelum menuju mobil tahanan lima tersangka (dari kanan): Hi Andi Baco (kontrator), Budi Patarai (Kadis Sosial), Haris, Arsyad, dan Kahar foto bersama di depan Kantor Kejari Donggala, Rabu 8 Mei 2019. (Foto: Ist)

  • Hari ini, Pemeriksaan Lanjutan Lima Tersangka

Donggala, Metrosulawesi.id – Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Donggala Palupi Wiryawan menjadwalkan melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap lima tersangka penyalahgunaan bantuan hibah Kementerian Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RLTH) tahun anggaran 2017.

“Untuk kepentingan penyidikan Senin 13 Mei kelimanya akan kita panggil kembali untuk melanjutkan proses pemriksaan melengkapi dokumen sebelum disidangkan,”kata Palupi, Jumat sore kemarin (10/5) di ruang kerjanya.

“Lima tersangka akan ditemani penasehat hukumnya dalam menjalani proses penyidikan,”sebutnya.

Disinggung isu Kadis Sosial akan “bernyanyi’ pada kasus ini, Palupi enggan membeberkannya karena menurutnya itu persolan tehknis penyidik yang tidak bisa dipublikasi.

“Kalau mau menyanyi silahkan, tapi nanti di pengadilan saja, kan belum ada putusan pengadilan kelimanya bersalah atau tidak semua berproses,” tegasnya.

Diberitakan sebelumnya Kejaksaan Negeri Donggala resmi menahan dan menetapkan tersangka empat penggawa Dinsos, dan satu kontarktor. Kelimanya berdasarkan alat bukti dugaan tindakan melawan hukum dalam penggunaan bantuan hibah Kemensos tahun 2017 sebesar Rp 2,3 miliar.

Kelima tersangka sudah ditahan Rabu sore kemarin (8/5) dan dititpkan di Lapas Petobo Palu. Mereka adalah Kadis Sosial Budi Patarai, Kepala Bidang Fakir Miskin dan KAT Haris, PPTK Arsyad, Pemeriksa Barang Kahar dan satu kontraktor Hi Andi Baco.

Diketahui program RTLH (rumah tidak layak huni) adalah program kementrian sosial tahun anggran 2017, program berbandrol Rp 2,3 miliar ini khusus warga tidak mampu. Dalam perjalanan proyek ini ditemukan ketidaksesuaian penerima asas manfaat yang sejatinya mendapat 20jt perunit tapi dilapangan tak sesuai dan terindikasi me mark up dana sehingga tidak sesuai RAB.

Selanjutnya, dari 2,3 miliar peruntukannya membangun 116 unit bangunan dengan sistem tender dan penunjukan langsung. proses lelang/tender hanya diadakan di dua kecamatan yakni kecamatan banawa tengah tepatnya desa Kola-kola kemudian kecamatan Sindue desa Lero.

Kemudian Bantuan satu unit rumah itu sebesar 20 juta, Desa Kola-kola Kecamatan Banawa Tengah dibangun 32 unit rumah. Sedangkan Desa Lero Kecamatan Sindue sebanyak 40 unit rumah. Kemudian sisanya 44 unit sistem Penunjukan langsung (PL) tersebar di Kecamatan Sirenja, Banawa, Banawa Selatan, Dampelas, Balaesang, dan Sojol. 116 unit semua dikerjakan oleh Hi Andi baco dengan meminjam 3 CV Arin Karya, CV Surya Raya Sejahtera, dan CV Mandiri Sulteng.

Reporter: Tamsyir Ramli
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas