Home Ekonomi BRI Menunggu Data Validasi Dari BPBD Sulteng

BRI Menunggu Data Validasi Dari BPBD Sulteng

46
BRI Cabang Palu. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Terkait dengan pencarian dana stimulan korban terdampak bencana alam 28 September lalu. Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Palu saat ini menunggu data yang pasti dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulteng.

Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala BRI Cabang Palu, Wahib Gunadi belum lama ini. Menurutnya, dana tersebut sudah ditransfer ke rekening. Namun, pihaknya masih menemui kendala pada data yang diberikan.

Selain itu, pihak pemerintah provinsi Sulawesi Tengah sangat berhati-hati terkait pembagian dana stimulan. Dikarenakan, kata Wahib, ditakuti dana itu tidak tepat sasaran bagi masyarakat penerima.

“Dana stimulan kami sudah tanyakan memang telah ditransfer ke BRI melalui rekening operasional BPBD. Sehingga, penyaluran kami sifatnya menunggu karena yang melakukan verifikasi data dari Kementerian Sosial, Dinas Sosial maupun BPBD Sulteng,” katanya kepada Metrosulawesi belum lama ini.

Lebih lanjut Wahib mengatakan tiga bank penyalur dana tersebut yaitu BRI, BNI dan Mandiri sudah diamanatkan untuk menyalurkan dana itu. Sedangkan, dana stimulan merupakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp2,6 triliun.

“Tahap pertama data yang sudah masuk di BRI sekitar 1.200-an orang korban rumahnya rusak berat meliputi Kabupaten Donggala dan Parigi Moutong. Hanya saja, kendala yang banyak dihadapi ketika kami temukan datanya banyak yang sama atau nama penerima muncul dua kali. Maka dari itu datanya mereka tarik kembali,” terangnya.

Menurutnya, jika data telah diversifikasi dari pihak BPBD maupun Dinas Sosial Provinsi Sulteng. Maka, BRI akan membuka rekening massal bagi penerima dana stimulan tersebut. Sementara, ia mengatakan BRI diberi kepercayaan menyalurkan bantuan itu sebesar Rp650 miliar.

“Kalau dari kami paling lama yang namanya sistem sekitar dua atau tiga hari selesai pembagiannya dan itu sudah maksimal sekali yang kami lakukan. Tapi, kemungkinan data dari kami akan berubah nanti bisa saja dari 23 ribu berkurang menjadi 20 ribu penerima sesuai data yang kemarin sempat mengalami kendala,” ujarnya.

Wahib mengakui dana stimulan yang masuk ke rekening BRI sudah hampir dua minggu sejak pertengahan April. Sementara itu, ia mengungkapkan BNI menangani Kabupaten Sigi dan Bank Mandiri untuk wilayah Kota Palu.

“Kalau kita sesuai data awal sekitar 23 ribu orang yang harus dibayarkan. Tetapi, belum ditransfer ke rekening korban masih tunggu data yang pasti dari instansi terkait. Untuk rusak ringan Rp10 Juta, rusak sedang Rp30 juta dan rusak berat Rp50 juta per kepala keluarga (KK),” tuturnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Udin Salim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here