Home Hukum & Kriminal

BAP Gus Nur Diserahkan ke Kejari Palu

295
TIDAK DITAHAN - Gus Nur mendatangani berita acara pelimpahan perkara di Kantor Kejaksaan Negeri Palu, Kamis 9 Mei 2019. (Foto: Djunaedi/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Polda Sulteng melimpahkan berkas perkara dugaan pelanggaran pencemaran nama baik dengan tersangka Sugi Nur Raharja alias Gus Nur ke Kejari Palu, Kamis 9 Mei 2019.

Sebelum dilimpahkan, Gus Nur yang didampingi pengacaranya Akbar Panguriseng, Moh Khoironi dan Chandra Purnairawan itu, lebih dulu menjalani tes kesehatan di Polda Sulteng.

Selain didampingi kuasa hukumnya, Gus Nur juga ditemani beberapa laskar FPI. Mereka berangkat ke Kejari Palu dengan pengawalan aparat bersenjata lengkap.

Tiba di Kejari Palu, mereka langsung menuju ruang Kepala Seksi Tindak Pidana Umum (Kasipidum). Di sini Gur Nur menandatangani berita acara pelimpahan berkas perkara.

Setelah melalui proses administrasi, Gus Nur sempat memberikan keterangan pers kepada wartawan. Dia mengatakan, sama sekali stres menghadapi proses hukum yang dijalaninya itu. Sebaliknya, dirinya mengaku bahagia. Apalagi saat ini dalam bulan Ramadan.

Kasus yang menjerat Gus Nur itu dilaporkan oleh Kaharu, salah satu warga Kota Palu. Kaharu melaporkan video youtube milik Gus Nur berjudul “Generasi Muda NU Penjilat”. Video itu berdurasi 28 menit, 25 detik dan dibuat di salah satu posentren di Palu.

Gus Nur sendiri mengaku juga telah melaporkan Kaharu ke polisi terkait aksi unjukrasa di depan Polda Sulteng beberapa waktu lalu. Dalam unjuk rasa itu ada spanduk bertuliskan Ustad provokator, ustad gadungan dan ustad pemecah bangsa. Gus Nur keberatan dengan tiga tulisan itu dan melaporkannya ke Polda. Namun hingga saat ini katanya, Kaharu tidak diproses.

Kuasa hukum Gus Nur, Candra Purnairawan mengatakan, bahwa kasus yang menjerat kliennya itu seharusnya sudah selesai, karena sudah dimaafkan oleh Ansor. Ia berharap, Kejari Palu tidak melanjutkan kasus tersebut.

“Kasus ini agar ditutup,” ujarnya.

Jika kasus kliennya itu dilanjutkan, Candra minta agar Kaharu juga diproses secara hukum.

Rasmudasati, salah satu jaksa penuntut umum di Kejari Palu mengatakan, pelimpahan berkas perkara atas nama Gus Nur itu dilakukan karena sudah memenuhi syarat.

“Gus Nur dilimpahkan bersama alat bukti dua macam vidio beserta screnshot rekaman,” katanya.

Rasmudasati menjelaskan, tersangka Gusnur dijerat Undang-Undang ITE dikarenakan menyebarkan konten Youtube yang memuat kalimat-kalimat ujaran kebencian.

Soal terbukti atau tidak kata Rasmudasati, nanti majelis hakim Pengadilan Negeri Palu yang memutuskan. Pihaknya katanya, hanya sebatas berupaya membuktikan pada persidangan nanti.

Gus Nur tidak langsung ditahan, karena yang bersangkutan juga masih tersandung perkara yang sama di Jawa Timur.

“Karena itu akan menghambat proses persidangannya di Jawa Timur, itu kenapa sampai Cak Nur tidak ditahan,” ujarnya.

Reporter: Djunaedi
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas