Home Parigi Moutong

Wabup Parimo Kumpulkan Agen Elpiji

360
Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo), Badrun Nggai. (Foto: Metrosulawes/ Zulfikar)

  • Soal Kelangkaan dan Naiknya Harga Gas

Parimo, Metrosulawesi.id – Wakil Bupati Parigi Moutong (Parimo), Badrun Nggai mengungkapkan menerima laporan masyarakat tentang kelangkaan gas elpiji dan mahalnya harga gas di wilayah Parigi khususnya Parimo.

Kini, kata dia pihaknya bersama Pemerintah Provinsi Sulteng dalam hal ini gubernur sudah menerima laporan itu dan akan segera ditindaklanjuti secepatnya.

“Karena semua agen yang ada di Parimo kami akan undang kembali, terkait dengan banyaknya laporan masyarakat soal kelangkaan gas elpiji dan naiknya harga gas yang sudah tidak sesuai HET, untuk itu dalam waktu secepatnya kami akan memanggil para agen gas elpiji itu,” tegas Badrun selaku Wakil Bupati Parimo pada Metrosulawesi di ruang kerjanya rabu 8 Mei 2019.

Dia mengatakan, bahwa untuk mengantisipasi soal kelangkaan Gas LPG ini pihaknya langsung memerintahkan Bagian Ekonomi Sekda Parimo untuk melakukan monitor soal penyaluran gas ke pangkalan.

“Karena penyaluran dari agen itu tidak teratur, sehingga banyak kesalahan yang terjadi di pangkalan dan mengakibatkan banyak pangkalan yang menjual gas elpiji itu tidak sesuai dengan harga sebenarnya,” tutur Badrun.

Menurutnya, dirinya sudah sering menyampaikan soal ini di saat rapat dengan OPD Parimo, bahwa masyarakat sudah lebih menyukai memakai elpiji dibanding memakai Kayu bakar.

“Untuk itu saya menegaskan memerintahkan bagian ekonomi untuk memonitor pelaksanaan agen-agen ke pangkalan, karena pembagian agen ke pangkalan itu harus sesuai, jangan memakai sistem yang tidak benar seperti yang terjadi saat ini. Sehingga saya memerintahkan bagian ekonomi untuk segera melakukan monitor,” tegas Badrun.

Ia menambahkan, untuk PNS khususnya yang ada di wilayah kabupaten Parimo agar jangan menggunakan gas 3 Kg, karena yang berhak memakai Gas 3 Kg itu untuk warga yang kurang mampu.

“Jika ditemukan PNS memakai gas elpiji 3 Kg, maka gas miliknya yang 3 kilo itu akan ditarik dan di berikan pada yang membutuhkannya,” tandasnya.

Badrun berharap, agar distributor elpiji yang ada di Desa Pangi Kecamatan Parigi Utara itu harus lebih memperhatikan agen elpiji yang menyalurkan gas eliji ke pangkalan. Sehingga tidak terjadi penjualan gas yang melewati harga yang sudah ditentukan.

Reporter: Zoel Fahry
Editor: Syamsu Rizal

Ayo tulis komentar cerdas