Home Sulteng

Puasa Ramadan Ajarkan Umat Disiplin

248
FOTO BERSAMA - Kakanwil Kemenag Sulteng H Rusman Langke saat foto bersama dengan sejumlah ASN Kanwil Kemenag Sulteng, di Masjid Kemenag Sulteng, belum lama ini. (Foto: Humas Kanwil Kemenag Sulteng)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah H Rusman Langke mengatakan, salah satu nilai yang diajarkan dalam puasa Ramadan adalah penegakan kedisiplinan dalam menjalani hidup.

“Ini sangat relevan bagi kita sebagai ASN, disiplin dalam segala hal, baik disiplin waktu dan disiplin bekerja. Berbuka puasa ada waktunya, sahur ada waktunya, disamping itu panca indera kita juga harus kita jaga, agar pahala puasa kita diijabah oleh Allah SWT,” ujar Rusman saat membawakan kultum di Masjid Kanwil Kemenag Sulteng belum lama ini.

Kata Rusman, bulan Ramadan mengandung pembelajaran bagi semuanya, terutama orang-orang yang beriman.

“Olehnya itu dalam firman Allah SWT di Surah Al Baqarah 185, Allah menyampaikan, wahai orang-orang yang beriman diwajibkan kepada kamu berpuasa, sebagaimana puasa itu diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa,” katanya.

Kata dia, jika puasa ini dilaksanakan dengan baik, maka perilaku manusia dalam menerapkan kedisiplinan dapat terwujud dengan baik.

Sebelumnya, Rusman Langke mengimbau umat Islam se-Sulteng agar menunaikan ibadah puasa dengan baik, senantiasa dilandasi iman dan taqwa kepada Allah SWT.

“Selain itu perbanyaklah membaca Al Quran, berzikir dan beri’tikaf selama Bulan Suci Ramadan. Kami berharap masjid-masjid dapat dimakmurkan dengan kegiatan ibadah sholat wajib maupun sunnah, utamanya shalat sunnah pada malam Ramadan,” ujar Rusman.

Rusman juga mengimbau, para mubaligh dan muballighah atau da’i-da’iyah agar menyampaikan pesan-pesan moral kepada masyarakat berdasarkan kitab suci Al Quran dan Sunnah Rasullah Saw, sampaikanlah ajaran Islam wasathiyah, sehingga menjadi siraman rohani yang menyejukan.

“Saya juga meminta para mubaligh agar menghindari persoalan khilafiyah yang dapat memperkeruh perselisihan antar kelompok masyarakat, serta terjemahkanlah gagasan pembangunan melalui pintu dan bahasa agama,” katanya.

Sementara itu, Rusman meminta untuk para pemiliki restauran, rumah makan, cafe dan sejenisnya agar tidak membuka jualan atau dagangannya di siang hari secara demonstratif, kerena dapat mengganggu kekhusyuan orang berpuasa.

“Kami berharap masyarakat menunaikan zakat dan tingkatkan infaq atau sadaqah melalui Badan Amil Zakat (BAZ) atau Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan Unit Pengumpulan Zakat (UPZ) kabupaten/kota, sebagai perwujudan pengalaman terhadap isi kandungan Al Quran dan Sunnah Rasullah Saw,” ungkapnya.

Rusman berharap juga kepada para ulama, tokoh masyarakat dan seluruh tokoh masyarakat agar menciptakan situasi kondusif pasca Pemilihan Umum 2019, demi menjaga kekhusyuan ibadah selama Ramadan.

“Mantapkanlah pemahaman masyarakat terhadap pelaksanaan kerukunan beragama, baik kerukunan intern umat beragama maupun kerukunan antar umat beragama. Bagi non muslim, agar menghormati yang puasa untuk menjaga stabilitas nasional dalam bingkai NKRI,” ujarnya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Yusuf Bj

Ayo tulis komentar cerdas