Home Pendidikan

Disdikbud Sulteng Tunggu Pergub PPDB

689
Muchlis. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Pembinaan SMA, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah Muchlis mengungkapkan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ini masih menunggu keluarnya peraturan gubernur (pergub) tentang PPDB.

“Jika sudah keluarnya pergub tentang PPDB ini, baru nanti akan kita instruksikan dengan dikeluarkannya petunjuk pelaksanaan PPDB yang ditandatangani oleh Kadisdikbud Sulteng serta kabid SMA,” ujar Muchlis di ruang kerjanya, Selasa, 7 Mei 2019.

Olehnya itu kata Muchlis, saat ini sejumlah sekolah masih menunggu kebijakan Disdikbud Sulteng baru dimulainya PPDB.

“Mengenai mekanisme PPDB kita akan merujuk pada Permendikbud Nomor 51 tahun 2018, karena di Permendikbud itu sangat tegas dijelaskan bagaimana mekanisme PPDB melalui tiga sistem yakni, lewat jalur zonasi, jalur prestasi dan jalur perpindahan orang tua,” katanya.

Namun kata Muchlis, pada PPDB tahun ini Disdikbud Sulteng tetap melihat kondisi sekolah pasca bencana, misalnya siswa-siswi yang sekolahnya hancur mungkin daya tampung sudah berkurang, sehingga nanti ada kebijakan khusus dari Disdikbud Sulteng.

“Nanti mekanisme dan peraturan lainya kami akan tuangkan di dalam surat edaran Disdikbud Sulteng, tetapi kita tidak bisa lari dari pada Permendikbud Nomor 51 itu,” ungkapnya.

Muchlis mengatakan jika sudah jadi Pergub tersebut pasti akan di sosialisasikannya.

“Untuk PPDB tahun ini dengan tahun sebelumnya hanya ada dua perbedaanya, untuk tahun lalu masih boleh mengunakan Surat Ketarangan Tidak Mampu (SKTM), namun untuk PPDB tahun ini sudah tidak boleh,” ujarnya.

Kata dia, PPDB tahun ini minimal harus mengunakan kartu keluarga dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

“Jika peraturan PPDB tahun lalu domisili masyarakat di wilayah itu minimal 6 bulan berdomisili, tetapi di Permendikbud kali ini minimal satu tahun, sehingga pemerintah menetapkan salah satu persyaratan PPDB ada Kartu Keluarga, sementara SKTM tidak berlaku lagi,” jelasnya.

Muchlis mengatakan untuk mengetahui masyarakat kurang mampu (miskin) pada PPDB tahun ini, pihak sekolah nanti akan mengunakan Kartu Indonesia Pintar, atau kartu yang dikeluarkan oleh Dinas Sosial.

Sebelumnya Kepala Disdikbud Sulteng Irwan Lahace mengungkapkan, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2018/2019, untuk Kota Palu, PPDB jenjang SMA akan menerapkan sistem zonasi.

“Tetapi jika peserta didik dari daerah terdampak ingin masukkan anaknya di Palu, saya kira masih bisa berikan batas toleransi. Apalagi rumahnya hancur di Donggala, bahkan misalnya saat ini tinggal di rumah keluarganya di Palu untuk pindah sementara karena rumahnya hancur, maka PPDB tahun ini perlu pertimbangan semuanya, artinya saya tidak kaku dalam hal penerimaan siswa baru,” jelasnya.

Sebenarnya, kata Irwan, tujuan PPDB adalah jangan sampai ada anak yang tidak masuk sekolah.

“Untuk mulai PPDB, saya belum ketahui secara pasti, namun sudah ditentukan di Pos PPDB, tetapi kemungkinan bulan ini akan dibuka,” katanya.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas