Home Palu

Diwarnai Adat Nusantara, Palu Dapat Penghargaan Pusat

486
RAIH PENGHARGAAN - Walikota Palu Hidayat bersama Kepala Disdikbud Palu Ansyar Sutiadi dan Kepala LPMP Provinsi Sulteng saat foto bersama usai menerima penghargaan pencapaian mutu pendidikan, di halaman kantor Walikota Palu, Kamis 2 Mei 2019. (Foto: Moh Fadel/ Metrosulawesi)

  • Upacara Peringatan Hardiknas 2019 di Palu

Palu, Metrosulawesi.id – Upacara puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2019 di tingkat Kota Palu berlangsung lancar. Upacara tersebut dipimpin Walikota Palu Drs Hidayat, dihadiri sejumlah guru dan siswa dengan mengenakan pakaian adat daerah masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu Ansyar Sutiadi mengungkapkan upacara Hardiknas tahun ini berjalan dengan baik.

“Kami menyatukan semua insan pendidikan yang ada di Kota Palu, untuk mengutamakan keberagaman dengan menggunakan pakaian adat nusantara,” ujar Ansyar, usai mengikuti upacara Hardiknas di Halaman Kantor Walikota Palu, Kamis, 2 Mei 2019.

Di momentum Hardiknas tahun ini kata Ansyar, Pemerintah Kota Palu mendapatkan piagam penghargaan pencapaian mutu pendidikan yang diserahkan oleh perwakilan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Semoga penghargaan ini menjadi cambuk bagi kami dan seluruh insan pendidikan di Kota Palu bekerjasam lebih keras lagi, dalam meningkatkan mutu kualitas pendidikan di Kota Palu,” katanya.

Ansyar berharap dengan adanya momentum Hardiknas ini diharapkan para insan pendidikan lebih mengedepankan semangat persatuan dan kesatuan untuk meningkatkan mutu pendidikan di Palu.

Tidak hanya pengibaran benderah merah putih, pembacaan teks Pancasila juga mewarnai upacara Hardiknas tersebut. Pembacaan teks Pancasila dipimpin Walikota Hidayat, diikuti oleh sejumlah peserta upacara yang terdiri dari para guru, siswa serta tamu undangan lainya.

Walikota pada kesempatan itu membacakan sambutan Mendikbud RI Muhadjir Effendy.

“Hari ini (kemarin-red) tuhan masih memberi kesempatan kepada kita untuk merayakan Hardiknas 2019, untuk itu marilah kita bersama-sama bermunajat, memanjatkan puji syukur kehadirat tuhan yang maha pemurah, atas limpahan rahmat dan karunianya untuk kita dan seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana kita ketahui tanggal 2 Mei diambil dari hari kelahiran KI Hadjar Dewantara, pahlawan Nasional sekaligus Bapak Pendidikan Nasional,” ujar Hidayat membacakan sambutan Mendikbud.

Perhatian pemerintah saat ini mulai bergeser dari pembangunan infrastruktur ke pembangunan sumber daya manusia. Kekuatan sektor pendidikan dan kebudayaan menemukan urgensinya terkait dengan itu tema Hardiknas 2019 adalah “Menguatkan Pendidikan, Memajukan kebudayaan”.

“Hadirnya revolusi 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup, bekerja dan belajar perkembangan teknologi yang begitu canggih, dapat mempengaruhi cara berpikir, berperilaku dan karakter peserta didik, olehnya itu diharapkan peserta didik harus memiliki karakter dan jati diri bangsa di tengah perubahan global yang bergerak cepat,” kata Muhadjir.

Muhadjir mengatakan peserta didik saat ini didominasi generasi Z yang terlahir di era digital dan pesatnya teknologi. Para siswa saat ini lebih mudah dan cepat menyerap teknologi terbaru, olehnya itu sekolah dan para guru diharapkan dapat menerapkan pendidikan berbasis teknologi digital dengan sentuhan budaya Indonesia melalui tri pusat Indonesia yakni keluarga, sekolah dan masyarakat.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas