Home Ekonomi

Tim Kemendag Pantau Harga Sembako di Palu

279
Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional, Dody Edwar saat mengunjungi pasar tradisional di Kota Palu. (Foto: Fikri Alihana/ Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Menjelang bulan suci ramadan 1440 Hijriah. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia menggelar pemantauan harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar di Kota Palu.

Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Hubungan Internasional, Dody Edwar mengatakan bekerjasama dengan beberapa stakholder berkomitmen menjaga stabilitas harga dan pasokan barang kebutuhan pokok (bapok) mendekati bulan puasa dan Lebaran 2019.

“Tidak perlu ada kekhawatiran dari masyarakat. Pemerintah siap untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok masyarakat. Pemerintah akan terus memastikan stabilisasi harga dan ketersediaan pasokan dalam menghadapi HBKN,” ungkapnya , Senin (28/4/2019).

Dari hasil pantauan di Pasar Masomba dan Pasar Inpres Manonda Kota Palu, harga beras medium lokal dijual di kisaran Rp9.375-Rp10.000 per kg, gula pasir Rp12.500 per kg, minyak goreng kemasan sederhana Rp10.500-Rp11.000 per liter, tepung terigu Rp13.000 per kg, daging sapi Rp110.000 per kg, daging ayam ras Rp35.000-Rp36.000 per kg, telur ayam ras Rp21.400 per kg, cabe merah keriting Rp22.000-Rp25.000 per kg, cabe rawit hijau Rp30.000-Rp35.000 per kg, bawang merah Rp40.000-Rp45.000 per kg, dan bawang putih Rp45000- Rp50 .000 per kg.

Ia mengungkapkan, sebagian besar harga pokok di Pasar tersebut masih stabil. Adapun untuk harga bawang merah dan bawang putih, mengalami kenaikan di pasar ini. Untuk itu, pemerintah akan segera menstabilkan harga bawang.

“Operasi pasar masih akan terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bapok. Kemendag akan berupaya hingga lebaran nanti, harga bapok akan tetap stabil,” katanya.

Dibagian lain, Dody Edwar menjelaskan, pelaksanaan Rakor ini merupakan upaya Pemerintah menjamin ketersediaan pasokan dan stabilitas harga pada level yang terjangkau.

Dimana lewat Rakor ini, kata Dody Edwar, Pemerintah mengawal kesiapan instansi terkait dan para pelaku usaha bapok, terutama untuk menghindari terjadinya kenaikan harga, kekurangan stok/pasokan dan gangguan distribusi.

“Rakor di palu ini merupakan bagian dari rangkaian rakor dalam menghadapi HBKN. Rakor yang melibatkan pemerintah daerah, instansi terkait serta para stakeholder ini membahas kondisi pasokan serta kesiapan pemerintah daerah dan pelaku usaha dalam menghadapi potensi kenaikan permintaan mulai dari pengadaan, distribusi, dan langkah stabilisasi yang akan dilakukan,” ucapnya.

Selain melakukan pemantauan di pasar tradisional untuk memantau ketersediaan barang kebutuhan pokok, Tim Kementerian Perdagangan juga mengunjungi Ritel Hypermart, Carefour, gudang Bulog Divre Sulteng dan dua gudang distributor setempat.

Hasilnya menunjukkan ketersediaan dan pasokan bahan pokok di Kota Palu terjamin dan aman menjelang bulan puasa dan lebaran 2019. Meski demikian, pemerintah daerah diminta agar memantau dan melaporkan perkembangan harga harian di pasar pantauan guna menghadapi potensi kenaikan permintaan bahan pokok.

“Lalu Pemerintah daerah juga diharapkan dapat melaporkan perkembangan kelancaran distribusi dan jumlah pasokan bapok,” imbuhnya.

Lebih jauh Ia juga mengimbau pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga secara tidak wajar dan menimbun barang dalam rangka spekulasi.

“Untuk itu, Pemerintah pusat dan daerah akan meningkatkan pengawasan secara terpadu bila diperlukan bekerja sama dengan aparat keamanan,” tutupnya.

Reporter: Fikri Alihana
Editor: Pataruddin

Ayo tulis komentar cerdas