Home Sulteng

JCH Sulteng Tambah Satu Kloter

252
Lutfi Yunus. (Foto: Dok Metrosulawesi)

Palu, Metrosulawesi.id – Kepala Bidang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Lutfi Yunus mengungkapkan, untuk Sulteng tahun ini mengalami ketambahan kuota Haji sebanyak 250, dari jumlah itu sesuai aturan Dirjen Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh Kemenag RI, 50 persen untuk jamaah reguler, 50 persennya untuk lansia dan pendamping dengan uraian masing-masing 125 orang sesuai daftar tunggu.

“250 kuota haji ini berdasarkan kuota Provinsi, tidak ada penentuan berapa per Kabupaten/Kota. Jadi data sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) itu dilihat dari data provinsi,” jelas Lutfi melalui ponselnya, Senin, 29 April 2019.

Lutfi mengatakan pembagian kuota ini dilakukan sesuai dengan waktu urutan daftar tunggu jamaah calon haji tersebut.

“Jadi yang kami ambil itu adalah kuota provinsi bukan kuota Kab/Kota,” ungkapnya.

Olehnya itu Kata Lutfi, tahun ini kuota haji di Sulteng jika ditambahkan dengan penetapan pemerintah pusat, maka telah mencapai 2.250 kuota.

“Setelah penambahan kuota haji tersebut, maka kloter 5 yang tadinya masuk dalam kloter pengabungan tetapi sekarang ini dengan ketambahan itu maka di dalam kloter 5 itu full jamaah calon haji dari Sulteng. Jadi di kloter 5 ini tidak ada lagi jamaah gabungan dari Balikpapan,” katanya.

Kemudian kata dia, dengan adanya penambahan satu kloter 5 untuk jamaah haji Sulteng, maka konsekuensinya petugas Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) jelas akan bertambah satu perawat dan satu dokternya dari Sulteng, begitupun juga Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI) dan Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI).

“Kemarin kami telah mempunyai satu TPIHI, setelah itu nanti akan ditambah lagi satu petugas TPHI atau ketu kloternya, demikian pula dengan kesehatan,” ujarnya.

Lutfi mengatakan jamaah yang masuk dalam kuota tambahan ini diupayakan pembayaran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) masuk di gelombang ke dua.

“Maka diharapkan bagi jamaah yang masuk dalam kuota tersebut diharapkan segera melakukan pemeriksaan kesehatan, setelah itu pelunasanya, kemudian jika jamaah itu belum memiliki paspor agar segera mungkin mengurus paspor,” katanya.

Kata dia, untuk proses pelunasan tahap kedua akan dibuka pada tanggal 30 April 2019, namun untuk pelusanan tahap pertama telah selesai pada tanggal 15 April kemarin dengan jumlah jamaah yang telah melunasi sekitar 1.755, jika dipresentasikan sekitar 88 persen. Sementara sisanya akan diisi jamaah pelunasan tahap II sesuai dengan kriteria.

“Jadi jamaah yang datanya gagal sistem kemudian belum bisa melunasi di tahap pertama, masih bisa melunasi di tahap kedua,” ujarnya.

Olehnya itu, kata Lutfi, bagi jamaah calon haji yang belum melengkapi dokumenya khususnya untuk jamaah tambahan ini segera untuk menyiapkan, termasuk paspor tersebut. Kemudian segera memeriksakan kesehatan.

Reporter: Moh Fadel
Editor: Udin Salim

Ayo tulis komentar cerdas